Beranda Bogor Raya Antisipasi Tawuran, Kumpulkan Sekolah

Antisipasi Tawuran, Kumpulkan Sekolah

CITEUREUP-Aksi tawuran pelajar di wilayah Citeureup yang banyak menelan korban, mendapat penanganan serius dari Polsek Citeureup. Rencananya, para pengelola yayasan, kepala sekolah dan staf pengajar di dua sekolah yang sering bersiteru akan dipertemukan.

”Kami akan temui kedua pihak. Dan satukan persepsi untuk bersama-sama menjaga generasi bangsa agar menjauhi tawuran yang terkesan sudah membudaya,” ucap Kapolsek Citeureup, Kompol Tri Suhartanto.

Ia menerangkan, aksi tawuran para siswa dapat diatasi dengan kerja sama yang baik antara kepolisian dan sekolah. Karenanya, butuh kesamaan persepsi dan kesepakatan bersama. Dengan kesepakatan dan komitmen bersama itu, upaya kepolisian untuk menangkal aksi tawuran akan semakin mudah. “Tawuran ini jadi persoalan kita bersama. Jadi, mari bersama-sama kita amankan persepsi hingga polisi dan sekolah bisa sinergi,” tuturnya.

universitas pakuan unpak

Menyikapi hal itu, Pembina Yayasan Al Nur, Ida Farida Darwin mengaku siap bekerja sama dengan kepolisian. Bahkan, jauh sebelumnya pihak sekolah sudah secara tegas menerapkan hukuman bagi siswa yang terbukti ikut tawuran. “Walaupun hanya ikut-ikutan, ada sanksi tegas dari sekolah,” ucapnya.

Karenanya, ia menilai upaya antisipasi aksi tawuran yang digagas oleh Polsek Citeureup patut didukung. Terlebih lagi, banyaknya kejadian penyerangan siswa terjadi di luar area sekolah. “Kami percayakan pada kepolisian, dan pasti akan kami dukung,” tegasnya.

Terkait kasus pembacokan yang terjadi pada ketiga siswanya, Ida memastikan, para anak didiknya tak berniat tawuran. Karenanya, kejadian itu murni penyerangan. “Mereka adalah korban. Mereka baru saja kembali dari mengikuti lomba LKS di Cirebon,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, Ida mengaku tak menyalahkan pihak mana pun. Lebih pada upaya pengambilan hikmah atas peristiwa yang terjadi. “Ini menjadi pelajaran buat anak-anak dan sekolah, juga orang tua dan pihak keamanan untuk lebih waspada dalam mengawasi anak-anak pada saat keluar sekolah,” tuturnya.

Terlebih, Desember nanti anak-anak sudah mulai ujian semester. Jadi, sejak November, para siswa dituntut untuk belajar lebih sungguh-sungguh. Setelah pengeroyokan tiga siswa SMK Insan Kreatif atau Al-Nur, di area Jalan Raya Mayor Oking pada Jumat lalu (28/10).

Polisi mengamankan Nanang Kurniawan (17), anak dari Jaja Miharja (53) sebagai tersangka. Pelaku menjalani pengalihan hukum di luar pidana.(azi/c)