Beranda Bogor Raya Transyogi Kontraktor Jalan Pahlawan Belum Bertanggung Jawab

Kontraktor Jalan Pahlawan Belum Bertanggung Jawab

POLEMIK: Betonisasi Jalan Pahlawan yang dipermasalahkan.

CITEUREUP–Betonisasi Jalan Pahlawan yang sempat dilubangi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN), hingga kini belum menemukan titik terang. Pasalnya, pihak kontraktor belum bertanggung jawab atas tertanamnya belasan kabel listrik milik PLN.

Kepada Radar Bogor, Asisten Manajer Area Gunungputri,  Amir Tahta menerangkan, dalam hasil musyawarah antara PLN dan kontraktor, disepakati pertanggungjawaban dari kontraktor harus tetap ada. Lantaran, pengeboran kabel yang merusak jalan tersebut, akibat ulah kontraktor yang membangun jalan tanpa perhitungan dan koordinasi.

“Dari awal terjadi kesalahan koordinasi. Karena tidak ada koordinasi dari kontraktor mengakibatkan kondisi ini,” pungkasnya.

universitas nusa bangsa unb

Karena itu, pihak PLN masih menunggu pertanggungjawaban kontraktor. Melalui direktur PT Tunas Mekar 28, Jamal, kontraktor telah berjanji untuk bertanggung jawab. Namun, hingga saat ini belum ada realisasinya. “Kami masih tunggu janji Pak Jamal selaku direktur. Sampai saat ini belum ada realisasi,” pungkasnya.
Amir menerangkan, akibat perhitungan yang matang dari kontraktor, jalur kabel yang awalnya berada di sisi pinggir jalan merangsek ke tengah jalan. Sehingga, kondisi itu menyulitkan PLN ketika terjadi kerusakan pasokan listrik. “Kasihan masyarakat harus menunggu lama jika ada pemadaman karena error di kabel. Sementara, posisi kabel telah tertindih beton,” ucapnya.

Karenanya, ulas Amir, PLN mengambil solusi untuk membuat jaringan kabel baru.  Diprediksi, jaringan itu akan menghabiskan kabel dengan panjang 4 setengah kilometer. Kabel itu akan melintasi beberapa desa. “Mau tidak mau, kami harus buat jalur baru,” pungkasnya.

Terpisah, pelaksana pembangunan Jalan Pahlawan PT Tunas Mekar 28,  Darminto mengatakan, pihak kontraktor tak dapat disalahkan. Lantaran, koordinasi telah dilakukan ke pemerintah daerah. “Kami sudah koordinasi dengan dinas. Jadi tidak ada masalah dari kami,” ujarnya.

Justru, sambung dia, karena pengeboran jalan oleh PLN, pihaknya selalu dikomplain oleh masyarakat . Karena khawatir ada keretakan pada pengerjaan betonisasi ini. “Justru karena kami sangat terganggu karena aktivitas PLN,” tukasnya.

Meskipun setelah pe­ngeboran pihak PLN me­lakukan per­baikan kembai, namun dalam tambal sulam ini pihak PLN tidak melakukan pemadatan ­dengan maksimal. Selain itu, kualitas betonnya pun tidak sesuai seperti yang dilakukan oleh kontraktor. “Kami mengg­unakan beton FS 45 yang tiga hari sudah bisa dilalui­ ken­daraan,” jelasnya.(azi/c)