Beranda Bogor Raya Transyogi Soal Penipuan, Kapolres Tunggu Laporan

Soal Penipuan, Kapolres Tunggu Laporan

GUNUNGPUTRI–Nasib puluhan warga Desa Bojong­kulur, yang menjadi korban investasi bodong oleh pasutri berinisial AH (54) dan SD (45), masih terkatung-katung. Pasal­nya, para korban belum men­dapat kejelasan perkem­bangan kasus tersebut. Padahal, telah lama kedua tersangka diserahkan ke Polres Bogor.

“Sampai saat ini kami belum tahu perkemba­ngannya seperti apa. Yang kami tahu, Kapolsek Gunungputri langsung bawa kedua pelaku ke Polres Bogor,” tutur Jajang (36) salah satu korban.
Ia menerangkan, beberapa kali warga menanyakan kasus tersebut. Namun, belum juga mendapat jawaban yang memu­askan. “Kami bingung tanya ke siapa. Asal kami tanya polsek, katanya sedang proses,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky menjelaskan, Polres Bogor belum menerima laporan para korban investasi bodong. “Belum ada laporan masuk,” tukasnya saat meng­hadiri acara ormas di Gunungputri.

universitas nusa bangsa unb

Menurutnya, kepolisian akan bergerak setelah mendapat laporan dari korban. Karenanya, ia meminta agar para korban melapor. “Laporkan segera, akan kami tindak lanjuti,” ucap­nya. Lebih lanjut, Dicky meng­im­bau pada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mela­kukan kegiatan investasi. Lanta­ran, tak sedikit warga Bogor yang menjadi korban. “Intinya, kewaspadaan itu penting. Jadi sebelum berinves­tasi, warga harus jeli,” ucapnya.

Sebelumnya, staf Desa Bojong­kulur, Mardi Ugay menerangkan, terda­pat lebih dari 20 warga Bojo­ngkulur yang tertipu investasi bodong ini. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus investasi berbasis usaha. “Kalau ditotal, kerugian warga sampai miliaran rupiah,” tukasnya.

Menurut Mardi, tersangka telah menipu ribuan nasabahnya yang berinvestasi di perusahaan sejenis Pandawa Group. Kedua tersangka itu menjanjikan keuntungan di atas 10 persen terhadap para nasabah. “Karena sudah banyak yang kesal, kedua pasutri itu kami amankan di kantor desa sambil menunggu polsek. Dan, oleh polsek lang­sung dibawa ke polres,” ucapnya.

Untuk diketahui, pasutri yang mengelola  investasi ini meng­imingi nasabah­nya dengan keuntu­ngan  investasi berlipat ganda. Mulai dari klasifikasi level keanggotaan, dari anggota hingga leader.(azi/c)