Beranda Bogor Raya Transyogi Nasib Mantan Atlet Bola yang Terkena Kusta, Upayakan tak Diamputasi

Nasib Mantan Atlet Bola yang Terkena Kusta, Upayakan tak Diamputasi

PEDULI: Pihak Kecamatan Citeureup dan PSM saat mendatangi Lego.

CITEUREUP–Kondisi Wawan Darmawan (55) yang menderita kusta dan tinggal di pengasingan, mendapat perhatian dari Camat Citeureup, Asep Mulyana. Ia mengaku telah mengenal Lego sejak lama. Lantaran, sang ayah pernah menjadi pelatih bola saat Lego muda. “Saat saya di kecamatan, dia langsung kenal saya karena ayah pernah melatih beliau,” ungkapnya.

Mengetahui kondisi Lego, Asep lansung mengurus surat-surat yang dibutuhkan oleh keluarganya untuk memperoleh pengobatan gratis. “Semua sudah diurus tadi. Semoga bisa lancar,” tuturnya.

Beruntung, informasi kepedihan Lego terdengar oleh pekerja sosial masyarakat (PSM). Kisah heroiknya di lapangan hijau dibayar kontan dengan pelayanan jemput bola oleh PSM Kabupaten Bogor. Tanpa menunggu lama, satu unit ambulans PSM langsung meluncur ke kontrakan mantan bintang lapangan itu. Meski hujan deras turun sejak pukul 14.00, tak menjadi hambatan berarti.

Lego yang tengah terkulai di dipannya, seakan punya keku­atan baru ketika melihat kelu­arga dan teman seperju­angan serta personel PSM datang men­jemputnya. Seketika, kakinya mulai bisa bergerak dan dia pun bangkit setengah tegap dari dipannya.

Dengan riang ia mempersilakan saudara, teman dan personel PSM untuk mengangkatnya ke mobil ambulans. Namun, karena Lego belum memiliki BPJS, lebih dulu PSM menye­lesai­kanya. “Kami akan urus BPJS-nya. Satu hari paling cepat, maksimal dua hari selesai,” ujar Sekretaris I PSM Kabupaten Bogor, Eka.

Menurutnya, Lego harus dirujuk ke RS Sintanala, Tange­rang. Untuk mendapat pena­nganan langsung dari dokter spesialis kusta. “Pasien meyakini kalau di sana (RS Sintanala, red) tidak akan diamputasi seperti saran di RSUD Ciawi,” tukasnya.

Lego hidup di pengasingan sejak 2005. Semua hartanya sudah habis. Adiknya, Imas Masria (49), mengaku baru mengetahui kondisi abangnya saat temannya mengabarkan sang kakak terjatuh di jurang. “Dia jatuh di jurang dan sudah tidak bisa berjalan, karena itu saya bawa ke RSUD Ciawi,” katanya.

Karena kusta sudah parah, Lego diisolasi. Tanpa surat jaminan kesehatan, Imas tak sanggup membayar pengobatan kakak yang mencapai Rp900 ribu per hari.(azi/c)