Beranda Bogor Raya Korban Investasi Bodong Bertambah

Korban Investasi Bodong Bertambah

DIRUGIKAN: Sebagian korban investasi bodong saat mengadu ke kantor Desa Bojongkulur

GUNUNGPUTRI-Para korban dugaan penipuan investasi bo­dongyang dilaku­kan  oleh  pa­sutri berinisial AH (54) dan SD (45), warga Desa Bojongkulur, bermunculan. Hingga kemarin, data dari desa menyebutkan jumlah para korban mencapai 27 orang.

Kepada Radar Bogor, salah satu staf Desa Bojongkulur Mardi Ugai menerangkan, pihak desa telah mencatat ada lebih dari 25 warga yang mengadu menjadi korban. Jumlah itu dipastikan akan terus bertam­bah. “Setelah melapor kepada kami, kami arahkan untuk lang­sung ke polres agar dapat mem­­bantu penyidikan,” ujarnya.

Menurutnya, para pelaku investasi bodong itu sangat mungkin telah banyak menelan korban. Hanya saja, banyak korbannya yang belum melaporkan diri. ”Ada 27 orang yang lapor dan banyak memberi tahu, kalau ada korban lainnya yang masih berpikir untuk mela­porkan dirinya,” kata dia.

universitas ibn khaldun uika bogor

Sementara itu, beberapa korban yang terus mengawal kasus itu sempat dikagetkan dengan informasi bahwa para pelaku akan dilepas. Seperti informasi dari Sunarya (37), warga Desa Bojongkulur ini sempat mendengar informasi itu. “Saya dengar dari polisi, kata­nya belum layak pelaku ditahan,” ujarnya.

Ia menyayangkan sikap kepolisian yang menilai alat bukti untuk menjerat pasutri itu belum sempurna. Sehingga butuh pendalaman kasus. “Kata polisi buktinya kurang, jadi tidak bisa ditangkap,” katanya. Hal itu terjadi, karena penyera­han uang yang dilakukan para konsumen tidak disertai tanda terima berupa kuitansi atau lainnya.“Karena sudah saling percaya, jadi kami tidak persoal­kan adanya kuitansi,” tukasnya.

Meski demikian, Polres Bogor akan terus menyelidiki kasus tersebut. Hingga terdapat bukti penguat yang dapat menjerat pelaku. “Penyidikan terus dilaku­kan. Pasti akan ditangani oleh ke­polisian,” ujar Humas Polres Bogor Iptu Ita Puspita Lena.

Untuk diingat, sebelum ke Polres Bogor, pasutri yang didu­ga menipu warga Bojongkulur itu sempat diamankan di kantor Desa Bojongkulur. Pelaku telah melakukan tindakan penipuan melalui investasi. Para investor ini terbagi mulai level anggota hingga tingkatan leader gold dan diamond. “Ada tingka­tannya. Yang semakin tinggi jadi semakin besar untungnya,” katanya.

Setiap leader dijanjikan keuntungan sebesar 20 persen dari investasi nasabah. Bahkan, sejumlah leader pun turut menjadi tersangka karena ikut melarikan investasi nasabah. Sementara itu, para investor mendapatkan keuntungan 10 persen dari nilai investasi yang ditanamkan.

Awalnya, profit yang dijanjikan berjalan mulus. Namun, setelah beberapa bulan, profit yang dijanjikan kepada para nasabah itu tidak diberikan. “Kedua suami istri itu sendiri yang memutar uang para nasabah untuk dipinjamkan kepada peda­gang usaha kecil dan mene­ngah (UKM),” jelasnya.(azi/c