Beranda Bogor Raya Warga Cileungsikidul Tuntut Kompensasi

Warga Cileungsikidul Tuntut Kompensasi

CILEUNGSI–Penanganan pencemaran asap pembakaran oven kayu PT KSJ Desa Cileung­sikota, Kecamatan Cileungsi, hingga kini belum ada titik temu. Padahal, pencemaran ini mengganggu kesehatan warga Kampung Lebakkongsi, Desa Cileungsikidul.

Perusahaan yang bergerak di bidang palet itu, tidak mau memenuhi tuntutan warga untuk memberikan kompensasi terhadap kesehatan mesya­rakat. Kepala Desa Cileung­sikidul, Edi Supriatman, menyayangkan sikap perusa­haan yang seolah tak meme­dulikan kesehatan warga, akibat polusi udara dari aktivitas pabrik.
“Harusnya pihak perusahaan memberikan kompensasi kepada warga,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (10/10). Menu­rutnya, Pemerintah Desa Cileungsikota pun harusnya menegur perusahaan itu.

Sebab, perusahaan ada di wilayah­nya, tetapi polusi udara­nya berdampak pada masyarakat Cileungsikidul. Ejo-sapaan akrabnya- menje­laskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengirim surat pada Pemdes Cileungsikota untuk membahas masalah ini.

universitas pakuan unpak

Pasalnya, kesehatan warganya terancam dengan aktivitas peru­sahaan di Desa Cileung­sikota. “Dalam waktu dekat ini kami menyurati Desa Cileung­sikota untuk membahas perma­salahan limbah perusahaan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak perusahaan berkilah jika asap pembakarannya menyerang permukiman warga. Koordinator Security PT KSJ, Ali mengatakan bahwa asap itu tidak selalu ke arah permukiman warga, tetapi mengikuti arah angin.

Sekitar dua bulan lalu, cerobong asap itu memang sempat patah, tetapi langsung diperbaiki karena ada warga yang komplain.

“Waktu itu sempat patah dan pemilik warung di seberang perusahaan sempat komplain. Kami pun langsung mem­perbaikinya,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Dia menjelaskan, sekarang cerobong asap itu sudah tinggi dan asap tidak pernah turun lagi ke permukiman warga. Soal warga yang terkena ISPA, dirinya mengaku belum mengetahuinya. “Malah baru dengar ini,” jelasnya.

Menurutnya, kalau warga terkena ISPA harusnya datang ke perusahaan atau perwakilan warga, dan harus dibuktikan benar kena ISPA atau tidak.
“ISPA-nya karena apa, jadi harus ada pembuktian,” tegasnya.(azi/c)