Beranda Bogor Raya Kanit Reskrim Polsek Megamen­dung: Dilarang Beli Motor Curian!

Kanit Reskrim Polsek Megamen­dung: Dilarang Beli Motor Curian!

MEGAMENDUNG–Ramdan (24), warga Kampung Cijulang RT05/05, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, harus mendekam di penjara. Musababnya, membeli motor bodong tanpa surat-surat yang memaksanya haru s berurusan dengan aparat penegak hukum.

Penangkapan itu saat jajaran ­Polsek Megamendung tengah mengembangkan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Bak gayung bersambut, target kendaraan yang diburu pun melintas di Jalan Raya Cikopo Selatan, Desa Sukakarya, Kecamatan Mega­mendung.

Tim I Reskrim lantas membuntuti target sepeda motor Yamaha Mio tersebut. Kecurigaan petugas semakin jelas setelah melihat kendaraan tersebut tanpa dipasang pelat nomor polisi. “Kami langsung tangkap dan benar saat diminta surat-surat kendaraan, pemuda ini tidak bias menunjukkannya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Megamen­dung, Ipda Yogi Nugraha kepada Radar Bogor, kemarin (10/10).

Untuk mendalami motif ­keberadaan barang hasil kejahatan tersebut, pemuda ini pun digelandang ke Polsek Megamendung. Setelah diinterograsi petugas, Ramdan mengaku bahwa sepeda motor yang dikendarainya hasil membeli dari seorang buronan berinisial CDR. “Sudah mengaku dapat beli Rp2 juta dari pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO),” ­bebernya.

Atas transaksi tersebut, Ramdan dikenakan Pasal 480 KUHP tentang pertolongan (jahat) atau yang ­dalam praktik pidana dikenal dengan ­pasal penadah (heling). Pasal tersebut mengatur dua perbuatan yakni perbuatan bersekongkol dan ­perbuatan mengambil k­euntungan dari barang yang diperoleh ­karena kejahatan.

Jika si pembeli memang mengetahui barang dari hasil kejahatan, maka dijerat oleh penyidik dengan Pasal 480 ayat (1) KUHP yakni sebagai sekongkol atau yang biasa disebut dengan penadah.

Jika pembeli tidak tahu asal perolehan barang, tetapi si pembeli dari awal sudah curiga namun tetap membeli barang tersebut, maka dijerat dengan Pasal 480 ayat (2) KUHP.

Saat ini Ramdan dan barang bukti telah diamankan di Mapolsek Megamendung. Polisi juga akan mengembangkan terhadap pelaku lainnya. “Kami mengimbau agar warga tidak sembarangan membeli, apalagi barang curian karena akan diancam hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya.(don/c)