Beranda Bogor Raya Juara Pengendap Anggaran

Juara Pengendap Anggaran

CIBINONG–Tak dapat dimungkiri, Kementerian Keuangan mencatat Kabupaten Bogor menjadi daerah yang memiliki dana mengendap terbesar di perbankan. Jumlahnya mencapai Rp1,7 triliun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar mengatakan, data tersebut merupakan posisi pada Agustus 2017. Sedangkan, posisi saat ini saldo kas Pemkab Bogor sekitar Rp1,6 triliun. “Itu kan posisi Agustus. Tapi, ini akan terus bergerak seiring penambahan pendapatan dan serapan belanja,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Saat ini, ia pun telah melakukan evaluasi terhadap seluruh SKPD di lingkup Pemkab Bogor. Hal itu, dilakukan agar adanya percepatan dari SKPD termasuk mendorong para penyedia jasa menarik haknya sesuai progres fisik. “Sudah dilakukan evaluasi. Hampir seluruh kegiatan terutama fisik sedang berjalan. Dana simpanan ini, kaitan anggaran pendapatan daerah dan kegiatan belanja daerah,” tuturnya.

universitas ibn khaldun uika bogor

Sementara itu, Bupati Bogor Nurha­yanti menegaskan bahwa anggaran tersebut akan terserap. Saat ini, belanja sudah berada di atas 50 persen. Ia pun mengatakan, menggelem­bungnya ada di belanja tidak langsung, yakni sekitar 70 persen.

Sedangkan, untuk belanja langsung termasuk belanja modal tinggal penyerapan saja yang dilakukan percepatan. “November sekda sudah mulai turun ke lapangan,” katanya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bogor, Yuyud Wahyudin menuturkan, prinsipnya Pemkab Bogor harus sesuai dengan perencanaan dialokasikannya anggaran. Jangan sampai, Silpa tahun ini membengkak seperti dua tahun lalu. “Harus direalisasikan. Terkecuali, membengkak karena over target pendapatan yang masuk ke kas daerah, itu bagus,” kata Yuyud.

Dirinya pun mengingatkan, walaupun Pemkab Bogor harus secepatnya menyerap anggaran ini, tetapi kegiatan yang sudah dialokasikan tetap harus diberikan pengawasan agar sesuai dengan perencanaan awal. Sebab, tidak jadi masalah jika anggaran tertahan dan menjadi Silpa, ketimbang pekerjaan selesai namun tidak sesuai dengan perencanaan. “Intinya kualitas pekerjaan harus sesuai dengan yang sudah direncanakan,” pungkasnya.(rp2/c)