Beranda Bogor Raya Tawuran Pelajar Pilih Hari Libur

Tawuran Pelajar Pilih Hari Libur


TAWURAN: Puluhan pelajar SMA memanfaatkan hari libur sekolah untuk melakukan aksi tawuran di depan Kantor Kecamatan Klapanunggal, Jalan Raya Klapanunggal, kemarin.

KLAPANUNGGAL–Aksi tawuran pelajar kian memprihatinkan. Tak hanya saat pulang sekolah, para pelajar kini atur waktu tawuran di hari libur. Seperti yang terjadi di Jalan Narogong, Desa Kembangkuning, kemarin sore.

Belasan siswa berseragam nyaris bentrok dengan pelajar lain, tepatnya di depan Kecamatan Klapanunggal. Beruntung, aksi itu berhasil digagalkan warga dan anggota Satpol PP Kecamatan Klapanunggal.

“Dari awal mereka kumpul kami sudah curiga. Pasti mau tawuran. Karena sangat jarang hari Minggu ada pelajar bersera­gam,” ujar warga Desa Kembangkuning, Asep Anwar (29) kepada Radar Bogor, kemarin.

wisuda unpak bogor

Dia bercerita, kecurigaan warga semakin kuat saat jumlah siswa semakin banyak. Berawal dari tiga orang siswa yang berpura-pura menunggu angkutan umum, lama-lama jumlahnya terus bertambah hingga belasan orang.

Setelah mereka kumpul, di seberang jalan datang pelajar lain yang diduga dari sekolah lain. Mereka kemudian beradu omongan dan saling serang. “Refleks, saya dan warga bubarkan mereka. Kebetulan ada Satpol PP yang ikut membantu membubarkan siswa,” terangnya.

Akibat ulah segerombolan siswa ini, ruas Jalan Raya Narogong padat merayap. “Jadi buat macet karena mereka tawuran di tengah jalan. Warga yang membubarkan juga terpaksa ke tengah jalan kejar-kejar,” tuturnya.

Sementara itu, Kasi Trantib Kecamatan Klapanunggal, Hirlond B Nasution menerangkan, aksi tawuran pelajar ini telah meresahkan warga. Makanya, aksi barbar itu menjadi sorotan Muspika Klapanunggal.

“Tiap harinya kami awasi. Setiap personel Satpol PP standby di kantor secara bergiliran,” ujarnya, kemarin. Menurutnya, bukan kali pertama personelnya membubarkan aksi tawuran pelajar.

Hampir setiap minggunya ada tawuran pelajar di depan kantor kecamatan. Tak hanya membubarkan aksi tawuran, jajaran muspika juga fokus melakukan sosialisasi ke setiap sekolah. “Antisipasinya dari dalam sekolah dan luar. Sehingga secara perlahan, saya harapkan budaya itu semakin terkikis,” ujarnya.(azi/c)