Beranda Bogor Raya Modernisasi di Lapas Kelas II A Cibinong

Modernisasi di Lapas Kelas II A Cibinong

Pelayanan berbasis tekno­logi, digadang-gadang dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan warga binaan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemen­kum-Ham), kini tengah melirik sistem yang dibangun tersebut dan akan dijadikan sebagai pilot project pemerintah pusat.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami bahkan tiba-tiba mendatangi Lapas Kelas II A Cibinong. Menurutnya, dari seluruh lapas yang telah dikunjunginya di Indonesia, Lapas Cibinong yang paling direkomendasi.

Ia menambahkan, pelayanan yang diberikan berbasis IT sangat menerapkan kejujuran dan tidak bisa dibohongi. Semisal, terkait dengan infor­masi mengenai status warga binaan hingga harga sewaktu belanja yang diterapkan sudah tidak dapat dimanipulasi.

universitas pakuan unpak

“Cukup pakai Jempol, Napi Bisa Belanja di Kantin Lapas Cibinong. Sistem inilah yang diharapkan masyarakat dalam pelayanan. Sistem ini akan ditarik ke pusat atau dijadikan pilot project,” ujarnya.

Dari hasil peninjauanya tersebut, Utami menambahkan secara keseluruhan pelayanan yang diberikan Lapas Cibinong sudah sangat baik. Tinggal, melakukan pembenahan yang tidak terlalu berarti agar dapat lebih berjalan maksimal.

Semisal, tata letak atau warna cat tembok dari Lapas ini juga masalah kebersihan. “Intinya sudah nyaris sempurna dan saya melihat pegawainya juga sudah oke,” ujar dia. Perempuan berkacamata itu juga menilai tatakrama dan cara berpakaian sudah sangat baik.

Ia berharap, sistem pelayanan yang ada di Lapas Cibinong dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan. Mengingat, ke­depan­nya akan menjadi satu target penilaian dari Kemepan RB.

“Bukan hal yang tidak mung­kin, nanti kita arahkan mereka (Kemenpan RB) ke Cibinong dan kita akan terus lakukan treat­men terus disini,” terangnya.

Apalagi dengan sistem pelaya­nan yang sudah canggih ini, ada semacam timbal balik dari warga binaan dan napi. Ia berharap, dapat memberikan balasan berupa sikap yang pro aktif dalam menerima pem­binaan dari petugas.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Cibinong Anak Agung Gde Krisna berjanji, akan bekerja keras secara maksimal, baik menambahkan dan memperbaiki pelayanan yang masih dirasa kurang. Mengingat, Lapas Cibinong ini juga dijadikan cerminan bagi institusi pemasyarakatan lainnya. “Akan kita benahi lagi. Tapi, prinsipnya di pelayanan sudah tidak ada masalah, hanya tinggal warna warni cat temboknya saja,” pungkasnya.(ded/c)