Beranda Bogor Raya Barat Utara Waspada, Bencana Longsor Mengancam!

Waspada, Bencana Longsor Mengancam!

BANJIR: Warga Kampung Legosk Asmir RT 05/01, Desa Sirnasari, Kecamatan Dramaga, mengungsi usai rumahnya kebanjiran. Di tempat berbeda, bencana longsor terjadi di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas.

CIOMAS–Bencana longsor kembali mengancam wilayah Kabupaten Bogor bagian barat. Hujan yang mengguyur dua hari lalu, menyebabkan banjir dan longsor di beberapa titik. Seperti di Desa Laladon dan Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas. Lima bangunan rusak akibat longsor yang menerjang daerah tersebut.

“Di Desa Laladon, ada empat bangunan. Tiga rumah dan satu musala hancur karena longsor. Saat ini sedang dievakuasi,” ujar Kades Laladon Ujang Atmaja kepada Radar Bogor, kemarin (25/9).

Adapun rumah yang rusak merupakan milik Asep (55), Ujang (50), dan Umang (60), warga RT 01/01, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Sedangkan di Desa Ciomas Rahayu, satu rumah milik Sugiono (60), warga RT 03/07, juga mengalami kerusakan akibat longsor.

universitas nusa bangsa unb

Di tempat lain, hujan yang mengguyur wilayah Bogor menggenangi Kampung Legok Asmir RT 05/01, Desa Sirnasari, hingga setengah meter. Genangan ini terjadi akibat saluran irigasi di kampung tersebut meluap.

Camat Dramaga Baehaki mengatakan, Kampung Legok Asmir memang masuk kategori rawan banjir. “Saya sudah meninjau lokasi. Warga diharapkan waspada mengingat ini memasuki musim hujan,” imbuhnya.

Bukan hanya di Dramaga, di Kecamatan Pamijahan juga bencana longsor masih menghantui. Setidaknya, ada dua desa yang masuk kategori rawan longsor, yakni Desa Ciasmara dan Cibunian. Begitu pun di Leuwiliang. Terdapat lima desa yang masuk daerah rawan longsor, yakni Desa Purasari, Puraseda, Pabangbon, Leuwimekar, dan Barengkok.

Sementara di Cigudeg, Desa Banyuwangi dan Banyuresmi merupakan daerah yang juga rawan longsor. Selain kontur tanah berbukit, kondisi jalan amblas juga mudah dijumpai. “Sudah tiga hari hujan. Kami sudah mengimbau warga yang berada di lokasi rawan bencana agar selalu siaga, mengingat kondisi tanah rawan longsor,” ujar Sekcam Pamijahan, Dedi Supriadi.(all/d)