Beranda Bogor Raya Personel Terbatas Atasi Kemacetan

Personel Terbatas Atasi Kemacetan

Sementara itu, wilayah Cibubur yang dikelili­ngi empat kota, harus menemukan solusi me­ngatasi kemacetan. Pemerintah Kota Bekasi pun terus berupaya mengatasi persoalan perhubungan, termasuk kemacetan dan infrastruktur di Kota Patriot tersebut.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mencontohkan, ada beberapa proyek yang menjadi fokus Pemkot Bekasi dalam pembenahan transportasi. Antara lain pengerjaan underpass dan flyover Bulak Kapal, hingga pelebaran jalan di Jatiasih dan Pondokgede.

“Termasuk juga mengurai kemacetan di beberapa titik dengan mengerahkan Dinas Perhubungan dan Satpol PP, seperti di Pasar Kranji dan Pasar Baru. Semuanya untuk kelancaran jalan dan kenyamanan masyarakat Bekasi dalam berkendara,” ujarnya.

Soal armada ojek online yang kerap memadati sejumlah lokasi, Pemkot Bekasi sudah memberikan wadah agar pengojek online kumpul dan parkir di lokasi Stadion Patriot Chandrabagha.

“Tidak masalah jika mereka (pengojek online, red) pindah ke sana karena jaraknya dekat, tidak merugikan penumpang. Harus saling mengerti demi kepentingan umum,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Yayan Yuliana mengatakan, kemacetan di wilayah Cibubur sudah tak bisa dimungkiri. Menurutnya, banyak penyebab kemacetan di sepanjang jalan alternatif Cibubur tersebut.

Dia mengaku, sudah menurunkan beberpa anggota untuk mengatur lalu lintas di sekitar pembangunan Tol Cimaci. Ada tiga wilayah Kota Bekasi yang terimbas pembangunan Tol Cimaci. Di antaranya Jatisampurna, Jatiasih, dan Pondok Melati.

“Ada sekitar 20 anggota yang diturunkan, cuma tidak bisa setiap saat ada di situ. Personel kami terbatas, makanya ketika ada usulan penambahan, kami dorong. Harusnya setiap kecamatan 30 orang, karena kurang, kami bagi per cluster,” tutupnya.(dka/c)