Beranda Bogor Raya Barat Utara Pejuang Kesenian Lokal di Kaki Gunung Halimun (2-Habis)

Pejuang Kesenian Lokal di Kaki Gunung Halimun (2-Habis)

BERBAKAT: Beberapa remaja putri memainkan alat musik degung di Desa Malasari.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) milik Shidiq Lanang Prasetyo dkk, selain membangkitkan kesenian tradisional, juga masuk ke dalam best paper dalam kegiatan ASEAN Youth Cultural Exposure 2017 di Bangkok, Thailand.

Laporan:
Ismiatunnisa Utami

Awalnya Shidiq hanya iseng mengajukan program tersebut dalam kegiatan ASEAN Youth Cultural Exposure 2017. Tapi setelah mengirimkan satu temannya untuk presentasi, justru diumumkan sebagai pemenangnya.

universitas nusa bangsa unb

”Kami jelas sangat senang dapat penghargaan di sana,” ujarnya.

Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Roza Yusfiandayani, berharap, agar program yang diusung mahasiswanya itu bisa terus berlanjut. Sehingga tak hanya berhenti karena kegiatan PKM dan ASEAN Youth Cultural Exposure 2017 berakhir.

”Saya melihat prospek yang sangat besar di Desa Malasari, sebagai potensi budaya dan wisata. Sehingga dengan dimulai dari kami, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor maupun masyarakat mau datang dan melihat ke sana,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Karang Taruna (KT) Desa Malasari Hamdan Yuwafi merasa senang dan terbantu dengan adanya program Saung Laskar Halimun yang dicetuskan Shidiq cs.

”Kegiatan seperti ini sangat berarti bagi kami sebagai penggerak generasi muda Malasari untuk terus mempertahankan kesenian lokal. Sebelumnya memang sudah ada kelompok warga yang ini melestarikan, tapi belum aktif bergerak,” bebernya.

Hamdan berharap adanya program Saung Laskar Halimun ini mampu membangun Desa Malasari yang fokus kepada kesenian lokal. Sehingga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat dan mampu menarik wisatawan untuk datang ke desanya.(*/c)