Beranda Bogor Raya Barat Utara Pejuang Kesenian Lokal di Kaki Gunung Halimun (1)

Pejuang Kesenian Lokal di Kaki Gunung Halimun (1)

CERIA: Anak-anak Desa Malasari usai mengikuti pelatihan kesenian tradisional.

Sekelompok mahasiswa IPB memperjuangkan kesenian lokal di Kaki Gunung Halimun agar tetap lestari, belum lama ini. Kelompok yang diketuai Shidiq Lanang Prasetiyo, mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ini mencetuskan kegiatan yang diberi nama Saung Laskar Halimun.

Laporan:
ISMIATUNNISA UTAMI

Shidiq menceritakan asal mula dari kegiatan ini karena besarnya potensi sejarah dan kebudayaan Sunda yang ada di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.

universitas ibn khaldun uika bogor

“Awalnya saya dengan organisasi Kampus IPB Mengajar melakukan kegiatan turun desa. Ketika saya lihat di sana, teryata bukan hanya permasalahan pendidikan saja. Ada juga potensi kebudayaan kesenian lokal yang bagus,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Di sana, ia hanya melihat dua penggiat kesenian saja, dan usianya juga sudah cukup sepuh. Akhirnya, Shidiq bersama teman-temannya berinisiatif melestarikan kesenian lokal dengan melatih anak-anak Desa Malasari. “Akhirnya kami ajukan program ke Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) IPB, dan ternyata lolos didanai Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti),” jelasnya.

Shidiq juga bercerita tentang kegiatan di sana. Selama dua bulan melatih beberapa kesenian lokal dan menggelar kegiatan seperti pentas seni. Tujuannya, agar warga sekitar dapat melihat hasil latihan anak-anak Desa Malasari, yaitu siswa-siswi SD Negeri 1 Malasari.

“Ada tiga kesenian yang kami ajarkan di sana. Kami menyebutnya laskar. Ada laskar degung atau karawitan asli Sunda, laskar tari, dan laskar angklung,” tuturnya.

Shidiq menjelaskan bahwa kelompoknya di sana tidak hanya melatih kesenian, tetapi juga memberi bantuan berupa alat musik kesenian Sunda. “Karena kondisi alat musik di sana sudah sangat lama dan beberapa ada yang rusak. Kemudian kami membuat buku panduan kesenian untuk mereka, karena yang kami lihat, buku panduan di sana sudah terbitan lama, dan beberapa sudah ada yang robek-robek,” tukasnya.(*/c)