Beranda Bogor Raya Barat Utara Terpaksa Nyeberang Pakai Bambu

Terpaksa Nyeberang Pakai Bambu


TERISOLIR: Warga Kampung Tengah menyeberangi Sungai Puraseda menggunakan bambu ke kampung tetangga, kemarin.

LEUWILIANG–Hampir satu bulan warga Kampung Tengah RT 02/03, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, terisolir. Musababnya, satu-satunya akses menuju kampung di seberang Sungai Puraseda hancur akibat diterjang banjir bandang.

“Tidak bisa ke mana-mana. Akses keluar dari kampung terhambat,” ujar salah satu warga, Yayan (56) kepada Radar Bogor, kemarin (12/9).
Saat ini, warga hanya menggunakan bambu untuk menyeberang sungai. Itu pun hanya bisa sampai tengah sungai. Sisanya terpaksa menyeberangi sebagian Sungai Puraseda. “Kalau mau nyeberang, pakai jembatan sementara dari tiga bambu yang disusun. Itu pun sampai tengah sungai saja. Sisanya jalan kalau air sedang surut,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Leuwiliang Chairuka Judhyanto mengatakan, ada ratusan orang yang terisolir di Kampung Tengah. “Terdapat 44 kepala keluarga (KK) di sana,” tuturnya saat meninjau lokasi.

universitas pakuan unpak

Terkait pembangunan jembatan, mantan sekcam Kemang ini mengaku sudah mengajukan permohonan perbaikan.

Ia pun mengimbau agar warga tidak me­maksakan menyeberang sungai meng­gunakan bambu. Terlebih saat hujan. “Bagi warga yang menye­berang diharapkan hati-hati. Terlebih anak-anak, agar dian­tarkan orang tuanya jika ingin menyeberang untuk sekolah,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang terjadi pada Selasa (29/8/) sore hingga malam, membuat jembatan di Kampung Tengah RT 02/03, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, putus pukul 18.00 WIB.

Selain itu, luapan Sungai Puraseda juga membuat dua unit rumah warga atas nama Jajang Nurmudin (45) dan Marjeni (30) serta bangunan SDN Kampung Tengah terendam air.

Peristiwa ini membuat warga dari Kampung Tambakan dan Tengah harus mencari alternatif lain. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses penghubung utama kedua kampung.(all/c)