Beranda Bogor Raya BNN Periksa Ketua Pengadilan

BNN Periksa Ketua Pengadilan

DADAKAN: Semua pegawai PN Cibinong mulai dari ketua hingga honorer wajib mengikuti pemeriksaan oleh BNN, kemarin.

CIBINONG–Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor mendatangi Pengadilan Negeri Cibinong, kemarin (11/9). Para pegawai yang dikumpulkan di ruang sidang Kusumah Atmadja pun terkejut.

Sebab, semua pegawai, mulai ketua pengadilan Lendriaty Janis, hakim hingga tenaga honorer diperiksa satu per satu termasuk tes urine selama dua jam. “Alhamdulillah hasilnya tadi langsung keluar dan semuanya negatif,” ujar Humas PN Cibinong Bambang usai pemeriksaan, kemarin (11/9).

Bambang menuturkan, pemeriksaan memang mendadak atas inisiatif dari ketua pengadilan. Sebelumnya, Mahkamah Agung juga meminta seluruh pengadilan untuk rutin melakukan sidak untuk antisipasi penyalahgunaan narkoba. “Kalau tidak seperti itu, bisa ada karyawan yang siap-siap dulu. Tak ada yang tahu ini kecuali pimpinan,” tuturnya.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

Kegiatan tersebut, sambungnya, bertujuan agar PN Cibinong bersih dari penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai, kata dia, mengadili kasus narkoba tetapi ada petugas PN yang menyalahgunakan obat terlarang. “Intinya kami berusaha untuk bersih dari narkoba. Baru berbicara keluar telah bersih,” tukasnya.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) pada BNNK Bogor, Rika Indriati menambahkan, dari 104 pegawai lima di antaranya berhalangan hadir, seperti lepas piket, pendidikan dan sakit. “Sebanyak 99 orang kami periksa. Yang belum diperiksa, kami arahkan untuk melakukan tes urin di kantor BNNK Bogor setelah mereka sudah kembali bekerja,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut, sambung dia, sebagai salah satu upaya tindakan preventif agar para pegawai PN Cibinong bersih dari penyalahgunaan narkoba. Bahkan, sambungnya, sebenarnya ia berharap seluruh dinas juga melaksanakan pemeriksaan tersebut.

Meski ketersediaan alat terbatas, tetapi tujuannya lebih baik yakni untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyala­hgunaan narkoba.

“Tak me­nutup kemungkinan ada pe­nyalah­gunaan. Seharus­nya, menjadi kewaspadaan dini. Ja­ngan sampai mengganggap enteng karena risikonya itu langsung ke instansi yang ber­sang­kutan,” pungkasnya. (rp2/c)