Beranda Bogor Raya Gaji Guru Belum Dibayar, Ortu Siswa Demo Kepsek

Gaji Guru Belum Dibayar, Ortu Siswa Demo Kepsek

PROTES: Perwakilan orang tua siswa menunjukkan tanda tangan wali murid yang tidak setuju dengan kebijakan kepala sekolah.

CILEUNGSI–Puluhan orang tua siswa SDN Cibeureum, Kecamatan Cileungsi, berunjuk rasa kemarin (8/9). Para wali murid ini meminta agar kepala sekolah mencairkan gaji guru yang belum diterima selama hampir tiga bulan. “Yang mengajar anak kami adalah guru, bukan kepala sekolah. Jadi, kami minta agar gaji mereka diberikan sepenuhnya,” tukas salah satu wali murid, Ulfah.

Ia menerangkan, gerakan para wali murid didasari atas keprihatinan pada para pahlawan tanpa jasa tersebut. Akibat ulah kepala sekolah, para guru kehabisan uang untuk mengisi pulsa, sehingga sulit berkomunikasi dan konsultasi. “Biasanya kami tanya perkembangan anak via telepon. Karena gaji mereka tidak turun, kami sulit mendapat informasi,” tukasnya.

Untuk menunjukkan gerakan ini disepakati oleh seluruh wali murid, Ulfa mengaku telah mengantongi tanda tangan ketidaksepakatan para wali murid atas kepemimpinan kepsek. “Kami sudah punya tanda tangan wali murid yang tidak sepakat dengan kebijakan kepala sekolah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, orang tua siswa juga mempertanyakan dugaan penyelewengan uang tabungan siswa. Diduga, kepsek menggunakan uang tabungan senilai ratusan juta rupiah untuk membayar utang pribadi. Hal ini membuat para orang tua siswa geram oleh tingkah kepsek yang baru pindah ke lokasi sekolah baru itu.
“Harusnya ia (kepsek, red) minta persetujuan dulu ke kami kalau mau ambil uang tabungan anak kami, nyatanya kan tidak,” ucapnya.

Karenanya, para wali murid mengaku tak terima uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Saat mereka menariknya, uang tersebut tak bisa dicairkan. “Masak uang kami tidak bisa kami pergunakan karena dipinjamkan kepala sekolah, padahal kami juga butuh,” tegasnya.

Oleh sebab itu, para wali murid meminta keterangan kepala sekolah. Untuk mengetahui alasan kepala sekolah mempergunakan uang tersebut. “Kami minta kepala sekolah transparan. Walaupun yang sudah dikembalikan ke saya, tapi kebiasaan buruk ini sangat mengkhawatirkan kita,” tukasnya.

Dari total uang tabungan yang disimpan langsung ke kepala sekolah, ada sekitar Rp350 juta. Tabungan tersebut merupakan milik para siswa selama selama satu tahun, dari mulai kelas 1 sampai 6.

Menurutnya, tabungan siswa selama satu tahun tersebut seharusnya sudah dibagikan pada 15 Juni lalu. Namun sampai saat ini belum juga diterima oleh orang tua siswa. Malah, kepala sekolahnya sulit ditemui.

Para orang tua siswa sudah geram lantaran kejadian seperti ini bukan hanya dialami sekarang. Menurutnya, kejadian serupa juga sudah beberapa kali terjadi dengan jumlah tabungan yang bervariasi.  “Tidak heran jika para orang tua siswa mengancam akan membuat laporan kepada pihak kepolisian, bahkan kami sudah membuat laporan agar kepala sekolah yang baru diganti dengan kepala sekolah sebelumnya,” ujarnya.

Keterangan wali murid itu dibenarkan oleh sejumlah guru. Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya, mengaku tak menerima gaji. “Memang sudah hampir tiga bulan kami belum terima uang,” tukasnya.

Kondisi ini, sambung dia, baru pertama kali terjadi sejak kepemimpinan kepala sekolah baru. Karenanya, tak sedikit guru yang mempertanyakan secara sembunyi-sembunyi karena takut kalau langsung. “Kami takut diasingkan oleh Dinas Pendidikan. Karena biasanya, jika ada guru protes, jadi sulit kariernya. Meskipun protesnya positif,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SDN Cibeureum, Bukhori mengaku belum bisa memberikan tanggapan lantaran ia masih mengikuti kegiatan di area Puncak, Cisarua. “Saya sedang ada acara. Jadi maaf, belum bisa komentar banyak,” ujarnya.(azi/c)