Beranda Bogor Raya Dukung Perubahan Sistem Transaksi

Dukung Perubahan Sistem Transaksi


TRANSAKSI: Mulai hari ini akan diberlakukan sistem transaksi baru di Jalan Tol Jagorawi. Dengan pemberlakuan sistem transaksi baru ini, maka gerbang tol (GT) Utama Cibubur tak akan difungsikan lagi alias dibongkar.

CIBUBUR–Rencana PT Jasa Marga meng­hapus transaksi di gerbang tol (GT) Cibubur Utama untuk meningkatkan kelan­caran arus lalu lintas, disambut baik warga Cibubur. Nantinya, secara bertahap gerbang tol ini akan dibongkar.

Sejumlah warga Cibubur menanggapi positif rencana itu. Menurut salah satu warga, Dalma Farizi (45), penghapusan transaksi hingga pembongkaran GT Cibubur Utama akan berdampak positif dalam mengurai kemacetan.

“Karena yang sudah-sudah, walaupun semua gerbang transaksi di tol Cibubur Utama dibuka, tetap saja antrean mobil panjang,” ujarnya kepada Radar Cibubur kemarin (7/9).

Warga Citra Grand Cibubur itu menam­bahkan, dengan dihapusnya transaksi di GT Cibubur Utama, maka arus lalu lintas tidak lagi tersendat di sana. Apalagi, kadang kemacetan di GT Cibubur Utama bisa berimbas sampai ke ruas jalan tol Cawang. “Pernah beberapa kali pulang kerja, macet sampai Tol Cawang bisa dua atau tiga jam,” terangnya.

Warga Cibubur lainnya, Robert Yanse (38) menilai langkah PT Jasa Marga tepat untuk mengurai kemacetan di GT Cibubur Utama. “Lagi pula kalau dihapus, transaksinya di Tol Jagorawi cuma sekali. Kalau dari arah Jakarta cuma perlu bayar di pintu masuk Tol Jagorawi. Jadi, saya yakin macetnya berkurang,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, mulai 8 September akan diberlakukan perubahan sistem transaksi pembayaran tol dari sistem transaksi terbuka dan tertutup menjadi sistem transaksi terbuka.

Sistem ini berlaku di Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Transaksi tol di GT Cimanggis Utama dan GT Cibubur Utama ditiadakan.

AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru menjelaskan, sistem ini akan diberlakukan dari ruas Cawang hingga Bogor atau Ciawi. “Perubahan sistem transaksi pembayaran tol akan berdampak terhadap mekanisme transaksi. Pada masa transisi, pengguna tol ke Bogor maupun Jakarta dapat mengikuti panduan,” jelasnya.(dka/c)