Beranda Bogor Raya Belajar dengan Bangku Goyang

Belajar dengan Bangku Goyang

INFRASTRUKTUR: Siswa SDN 3 Hambalang tetap harus konsentrasi belajar, meski fasilitas mebelernya sangat memprihatinkan.

CITEUREUP–Meski alokasi anggaran pendidikan cukup besar, masih ada saja sekolah yang fasilitasnya cukup memprihatinkan. Salah satunya, SDN 3 Hambalang, Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup.

Meja dan bangku yang telah usang, membuat siswa tidak nyaman belajar. Seperti kesaksian Sari Dwi (10). Dia mengaku terpaksa menduduki bangku yang goyang saat belajar. Bukannya nyaman, Dwi justru cemas bangkunya patah akibat beberapa paku perekat telah hilang.

“Duduknya pelan-pelan dan harus tenang. Kalau saya goyang saat belajar pasti patah bangkunya,” ujarnya kepada Radar Bogor. Kondisi bangku yang digunakan Dwi masih lebih aman dari bangku lainnya.

Makanya, Dwi kerap marah jika ada rekannya yang mengganti bangkunya. “Bangku yang lain ada paku tajamnya, saya takut ketusuk,” tuturnya. Tak hanya bangku dan meja, satu-satunya sekolah dasar negeri di Desa Hambalang ini juga tak memiliki lemari buku, lemari arsip, dan meja guru yang layak. Ini menyebabkan sekolah nampak kumuh meski bangunan sudah direnovasi. Kepala SDN 3 Hambalang, Endang Titi Kenyati membenarkan kondisi itu.

Dia mengaku sudah mengajukan pengadaan sarana pendidikan berupa bangku, meja, dan lemari. Itu semua dibutuhkan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar. “Saya berharap bantuan mebeler segera datang. Sebab, kondisi sekolah masih kumuh karena mebelernya sudah berumur,” terangnya.

Selain menunjang proses belajar mengajar, pengadaan mebeler juga ditujukan untuk menstimulus warga agar mau menyekolahkan anaknya ke SDN 3 Hambalang. “Tantangan buat kami. Banyak yang enggan sekolah di negeri, salah satu faktornya kondisi sekolah tidak layak,” ujarnya.

Dia menerangkan, setiap tahun jumlah siswa di sekolahnya tak pernah ada kemajuan. Kini ada 157 siswa yang dibagi enam rombel. “Dengan bantuan pemerintah, saya yakin mampu menjadi magnet warga menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri,” tandasnya.(azi/c)