Beranda Bogor Raya Barat Utara Menengok Kantor Bupati Pertama Bogor

Menengok Kantor Bupati Pertama Bogor

SEPI: Kantor bupati Bogor pertama di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, sepi kunjungan wisatawan.

Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, memiliki nilai historis tersendiri. Salah satunya kantor pemerintahan Kabupaten Bogor pertama pada masa Bupati Ipik Gandamana periode 1948-1949. Namun kini, generasi muda seolah lupa akan sejarah bangsanya, khususnya di Bumi Tegar Beriman.

Laporan: Muhamad Arif Al Fajar

Tidak ada keramaian pelan­cong di sana. Hanya sesekali warga setempat yang melintas. Begitulah kondisi cagar budaya kantor bupati Bogor pertama.

”Selalu sepi, yang datang paling sesekali. Itupun tenggang waktunya berbulan-bulan. Meski sudah dijadikan cagar budaya, tapi tidak ada tindak lanjut untuk menjadikan tempat tersebut menjadi objek wisata yang me­nyedot banyak pengun­jung,” kata Dedi (34), warga RT 02/01, Desa Malasari, Keca­matan Nang­gung, kepada Radar Bogor.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi rumah bersejarah terse­but. Mengingat, merupakan pusat pemerin­­tahan Bogor pada masa revolusi fisik 1945-1949 silam.
”Untung masih ada warga yang mau mem­bersihkan rumah tersebut, sehingga masih agak terawat,” tuturnya.

Untuk diketahui, rumah ber­se­jarah tersebut berada di sekitar kaki Gunung Halimun. Dahulu, menjadi tempat Bupati Bogor pertama Ipik Gandamana menjalan­kan pemerintahan Bogor yang berjalan selama beberapa bulan, hingga sampai terjadinya gencatan senjata antara pasukan TNI dengan tentara Belanda.

”Ini merupakan tempat yang sangat bersejarah dan seharus­nya menjadi tempat belajar bagi anak cucu kita kelak untuk mengenal sejarah. Terutama yang berada di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.(*/b)