Beranda Bogor Raya Kendaraan Bertonase Berat Dibatasi

Kendaraan Bertonase Berat Dibatasi

MASIH MACET: Penumpukan kendaraan yang sering terjadi sepanjang jalur Bocimi lantaran Jembatan Cisalopa diperbaiki, membuat Dishub bersama Satlantas Polres Bogor berencana melakukan rekayasa arus lalu lintas serta menyiapkan jembatan bailey.

CARINGIN–Kemacetan di lokasi perbaikan Jembatan Cisalopa, Jalan Bocimi, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor bersama Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas. CARINGIN–Kemacetan di lokasi perbaikan Jembatan Cisalopa, Jalan Bocimi, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor bersama Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas.

Kasi Pengawasan Sarana Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Irawadi Sukisman mengatakan, rekayasa tersebut dilakukan dengan cara membatasi waktu kendaraan berat melintas. Tapi hanya berlaku saat jam-jam sibuk seperti pukul 06.00-18.00 WIB.

”Jadi kami tahan dulu untuk antisipasi kemacetan parah. Satu jalurnya juga tetap akan dilakukan,” ujarnya kepada Radar Bogor.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

Irawadi menjelaskan, perbaikan jembatan yang dimaksud adalah memasang jembatan bailey di atas jembatan yang sudah ada. Jembatan itu nantinya diperkirakan mampu menopang kendaraan berat hingga mencapai 75 ton. ”Jadi, pengerjaannya dua sesi. Nantinya jembatan bailey nyambung ke jembatan lama. Seperti ditumpuk gitu,” imbuhnya.

Pengendara yang melintasi jalur tersebut juga disarankan untuk mengambil jalur lain, agar tak terjebak kemacetan parah. Satu jalur alternatif yang dapat diambil yakni Jalur Bogor-Csiawi-Sukabumi via Cihideung.

Sebelum berencana melintas jalur tersebut, pengendara harus mulai berpikir untuk mengambil jalur alternatif ini via Batu Tulis menuju Cihideung. Pengendara juga bisa mengambil via Rancamaya Ciawi, simpang Pasar Caringin, di mana dengan via jalur Cihideung ini pengendara akan melewati Kecamatan Caringin, Cijeruk terakhir Cigombong dan keluar di Jalan Raya Ciawi-Sukabumi kawasan Lido.

”Namun jalur alternatif yang dapat menjadi pilihan menghindari kemacetan tersebut tidak dapat menampung kendaraan-kendaraan besar,” pungkasnya.(ded/c)