Beranda Bogor Raya Puluhan Ibu Demo PDAM, Sebulan Pasokan Air tak Lancar Puluhan Ibu Demo PDAM,...

Puluhan Ibu Demo PDAM, Sebulan Pasokan Air tak Lancar Puluhan Ibu Demo PDAM, Sebulan Pasokan Air tak Lancar 

UNJUK RASA: Para pengunjuk rasa menyambangi kantor PDAM Tirta
Kahuripan cabang Pelayanan X Ciawi, kemarin.

CIAWI–Satu bulan tak mendapatkan pasokan air bersih, puluhan warga Kampung Teluk Pinang, Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PDAM Tirta Kahuripan cabang Pelayanan X Ciawi, kemarin (23/8).

Pengunjuk rasa yang didominasi wanita ini, meminta penjelasan terkait sulitnya pasokan air bersih yang terjadi selama satu bulan terakhir. Hal ini membuat warga terpaksa membeli air curah dengan harga lumayan menguras kantong.

Warga RT 01/04, Asri Tuti (28) mengaku volume air di rumahnya sangat kecil. Sehingga ia kesulitan untuk memasak dan mencuci pakaian. ”Ini mengganggu kalau anak mau berangkat sekolah,” keluhnya kepada Radar Bogor.

Koordinator aksi, Ade Surahman mengatakan, meski tak mendapat pasokan air, warga tetap dikenakan tagihan bulanan antara Rp80 hingga Rp100 ribu perumah. Keluhan bukan yang pertama  ini saja. ”Sudah berkali-kali, tapi belum ada tanggapan. Setelah musyawarah, akhirnya warga sepakat untuk datang ke sini,” jelasnya.
Saat mediasi, PDAM Tirta Kahuripan cabang Pelayanan X Ciawi memberikan solusi dengan menyuplai air menggunakan truk tangki. Meski begitu, kata Ade, warga menolak dan tetap menuntut agar pelayanan kembali normal.

”Intinya kami ingin pasokan air kembali lancar. Jika terjadi kerusakan segera diperbaiki, karena kalau hanya menyuplai dengan tangki sama saja (buang uang). Selama sebulan ini, kami inisiatif membeli  air dari tempat lain,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, Kabid Humas Protokol PDAM Tirta Kahuripan, Agus Rianto menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan. Hal ini disebabkan adanya kebocoran pipa di wilayah Caringin dan Banjarwaru. Namun, keduanya telah selesai diperbaiki, dan saat ini tengah dilakukan pengaturan pendistribusian ke wilayah Teluk Pinang. ”Mudah-mudahan apa yang dikeluhkan warga bisa segera teratasi,” singkatnya.(don/c)