Beranda Bogor Raya Utilitas Hambat Percepatan Pembangunan

Utilitas Hambat Percepatan Pembangunan

CIBUBUR–Lamanya proses pengerjaan fisik Tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci) juga akibat banyaknya utilitas yang terkena imbas pembangunan. Kontraktor harus mengerjakan terlebih dahulu utilitas yang rusak akibat terkena imbas pembangunan. Pasalnya, utilitas banyak tidak sesuai trase atau jalur yang semestinya.

Site Manager Proyek Tol Cimaci PT Waskita Karya, Eko Suyono mengatakan, tak sedikit utilitas yang rusak karena terkena alat berat. Utilitas yang terimbas merupakan utilitas baru. Artinya, tidak sesuai jalur utilitas yang sudah disediakan.

“Makanya banyak yang terkena alat berat. Seperti kabel-kabel terputus eskavator. Akhirnya kami harus membenarkan dulu untuk melanjutkan pekerjaan,” ujarnya kepada Radar Cibubur, kemarin (22/8).

Faktor utilitas menjadi salah satu permasalahan lain pada pembangunan. Di beberapa lahan yang sudah terbebaskan, masih ada utilitas yang harus direlokasi sementara.
“Sifatnya relokasi sementara, karena nanti begitu pembangunan fisik di wilayah itu selesai, utilitas dikembalikan seperti semula. Banyak utilitas yang harus direlokasi. Seperti PDAM, PLN, Gas, Telkom, dan lainnya harus direlokasi,” terangnya.

Eko mengakui, pembangunan fisik saat ini lebih memprioritaskan lahan negara. “Tanah fasos-fasum itu lebih mudah dikerjakan karena ada akses. Berbeda dengan lahan milik perumahan,” terangnya.

Permasalahan lain yang sudah baku adalah tak sampai 50 persen pembebasan lahan rampung. Apalagi, pembebasan diiringi dengan pembangunan fisik belum ada apa-apanya. Eko menerang­kan, jika pembebasan belum terpenuhi, maka pengerjaan fisik akan terus terhambat. “Semakin lama pembebasan, akan semakin lama fisik bisa rampung. Kalau tanahnya saja belum bebas, apa yang bisa kami kerjakan?” tegasnya.

Namun, tak semua perumahan memiliki lahan. Ada beberapa perumahan elite yang sebagian tanahnya milik negara. Seperti sebagian lahan di Kota Wisata yang masih punya Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Semuanya kami ikuti. Bahkan hari Minggu juga kami libur karena ada kegiatan gereja dan aktivitas lain. Malam hari juga pembangunan terkena area warga,” tandasnya.(dka/c)