Beranda Bogor Raya Kemacetan Bocimi Makin Parah, Pengusaha Terancam Bangkrut

Kemacetan Bocimi Makin Parah, Pengusaha Terancam Bangkrut

CARINGIN-Selama dua hari terakhir, warga yang melintasi Jalan Raya Bogor-Sukabumi dipaksa terjebak macet. Terlebih, setelah alat berat untuk proyek rehabilitasi Jembatan Cisadane sudah diturunkan ke lokasi sejak Minggu (20/8).

Senin (21/8) pagi, saat jam berangkat bekerja dan sekolah, kemacetan bahkan mengular lebih dari 10 kilometer. Ketua Himpunan Pengusaha Kecamatan Caringin (HPKC), Franky pun mengecam keputusan sepihak Kementerian PUPR yang tetap memberlakukan rekayasa lalu lintas buka-tutup. ”Kalau masalah keuangan dapat dikomunikasikan, tinggal undang para stakeholder untuk menyelesaikannya,” tegas Franky yang juga tinggal tak jauh dari Jembatan Cisadane.

Tokoh masyarakat Kabupaten Bogor wilayah selatan, Safrudin Jepri mengatakan, semua bisa dikoordinasikan, termasuk penyiapan lahan untuk jembatan sementara agar lalu lintas tetap dua jalur.

Lebih lanjut ia mengatakan, kenyamanan pengguna jalan dan pengutamaan kepentingan umum sangat penting. ”Para pemilik lahan sudah siap direlokasi dan sudah ada dari perwakilan pengguna jalan untuk sharing biaya sewa atau beli lahan” ujar mantan ketua Apdesi Kabupaten Bogor itu.

Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah pinggir­kan dulu alat berat di Jembatan Cisadane. Sehingga jalan tetap dua jalur. Kedua, sambung dia, beri waktu kepada pemerintah daerah dan pihak swasta untuk penyiapan lahan. Terakhir, melan­jutkan perbaikan ­ dengan sistem dua jalur.

Sementara itu, salah satu pengusaha hotel di Jalur Bocimi, Eko mengaku kecewa karena tidak melibatkan pengusaha lokal untuk berdiskusi sebelum eksekusi. Ia memastikan, beberapa bulan ke depan omzet hunian hotel di Caringin sekitarnya akan turun. ”Untuk perbaikan Jalan Bocimi dengan sistem dua jalur adalah harga mati,” tegasnya.

Kekesalan pun ditumpahkan warga Cisalopa, Yamin yang terjebak macet saat mengantar­kan anaknya ke SMA Caringin. ”Masak Bocimi yang identik jalur neraka perbaikannya dilakukan buka-tutup. Pengaturan lalu lintas kacau, semua orang berebut, angkot meluber hingga menutup jalur,” pungkasnya.(don/luc)