Beranda Bogor Raya Ratusan Pedagang Jadi PKL

Ratusan Pedagang Jadi PKL

PELANGGARAN: Para pedagang di Pasar Cileungsi terpaksa turun ke jalan menjadi PKL karena lokasi jualan mereka sepi pembeli. Kondisi ini jelas mengancam kelangsungan pasar tradisional itu.

CILEUNGSI–Berharap menda­pat tempat strategis, ratusan pedagang di Pasar Cileungsi rela meninggalkan kios dan losnya untuk menjadi pedagang kaki lima (PKL). Akibatnya, sebagian besar kios dan los kosong dari pedagang.

Manajer PT Bangun Bina Persada, Komara menerangkan, hasil pengecekannya di pasar ada lebih 200 pedagang yang meninggalkan kiosnya dan menjadi PKL. Khususnya di Blok 1 dan Blok 2 Pasar Cileungsi.

“Totalnya ada 290 kios dan los yang kosong karena peda­gangnya jadi PKL. Alasan mere­ka karena di dalam pasar tidak strategis,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (14/8).

Alasan itu dianggap cukup masuk akal karena lokasi PKL berjualan merupakan zoning satu. Sehingga, keuntungan para PKL semakin besar. “Warga mau belanja di PKL tidak perlu parkir motor karena lokasinya pinggir jalan dan sangat strategis. Selain itu, biaya sewa lebih murah,” terangnya.

Dia menjelaskan, kurang tegasnya pemerintah dalam menertibkan PKL membuat sebagian pedagang di Pasar Cileungsi beralih menjadi PKL. Selain itu, peran oknum yang membekingi PKL juga harus menjadi perhatian.

“Jika seperti ini terus, pasar tradisional ini terancam mati. Ini akibat persaingan dagang yang tidak sehat,” ucapnya. Dia berharap, para PKL ini dimasukkan dalam Pasar Cileungsi agar persaingan antar pedagang pun sehat, serta tidak terjadi kesemrawutan di sekitar flyover Cileungsi.

“Kami siap menampung para PKL itu ke dalam pasar,” tegasnya. Sementara itu, Pengawas Pasar Cileungsi, Dedi Abdul Kadir mengatakan, pihaknya tak bisa berbuat apa-apa lantaran tidak memiliki wewenang menertibkan PKL.

“Dalam hal ini, kami bukan eksekutor. Kami juga sudah menyampaikan masalah ini kepada instansi terkait,” ujarnya.

Dia berharap PKL segera sadar jika aktivitasnya menjajakan barang dagangan itu salah karena melanggar aturan dan merampas hak-hak pejalan kaki. “Banyak trotoar digunakan PKL berdagang. Ini jelas salah,” tandasnya.(azi/c)