Beranda Bogor Raya Kagumi Semangat Kebangsaan Korban

Kagumi Semangat Kebangsaan Korban

Dede/Radar Bogor/c PEDULI: Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi mendatangi keluarga korban Omin (70), yang tewas tenggelam di Situ Rawa, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, beberapa hari lalu.

GUNUNGPUTRI–Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Ruhandi minta lokasi Situ Rawa di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, ditata menjadi tempat wisata. Lokasi ini merupakan tempat kakek Omin (70), ditemukan tewas saat hendak memasang tiang bendera merah putih.

Pantauan Radar Bogor, sebelum mengunjungi rumah duka, Jaro Ade -sapaanya- sempat melihat tempat lokasi kejadian yang menyebabkan kakek sepuluh cucu itu mengembuskan napas terakhirnya.

Calon Bupati Bogor ini menyampaikan rasa dukacita mendalam atas meninggalnya pensiunan TNI itu. Dia menganggap pengorbanan yang dilakukan kakek 70 tahun tidak sia-sia dan dianggap sebagai pahlawan.

unpak bogor mahasiswa baru

Di kediaman almarhum, Jaro Ade juga disambut isak tangis keluarga yang masih merasa berat kehilangan korban. Di desa tempat tinggalnya, korban dikenal berjiwa nasionalis yang patut diacungi jempol.

Namun nasib berkata lain. Kakek yang sudah memiliki satu cicit ini dikabarkan sempat mengalami kejang sebelum bendera merah putih tertancap di Situ Rawa Harep untuk memeriahkan HUT ke-72 RI.

“Saya tegaskan, pasca meninggalnya almarhum Omin ini adalah pahlawan. Niatnya mau memasang bendera merah putih. Semangat cinta bangsa Indonesia beliau sangat tinggi. Saya saja kalah semangatnya,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Semangat dan keikhlasannya dalam mencintai Indonesia patut diteladani generasi penerus bangsa, terutama para pemuda. Termasuk dirinya yang digadang-gadang sebagai bakal calon Bupati Bogor pada Pilbup 2018 nanti.

“Saya meluangkan waktu secara spontan bersama mantan ketua DPRD Kabupaten Bogor, mendatangi rumah duka,” ujarnya. Dia meminta aparat desa memperhatikan keberadaan Situ Rawa Harep yang berada di sekitar lingkungan masyarakat.

Jangan sampai keberadaan aset milik pemerintah itu tidak dimanfaatkan dengan baik. “Ke depan saya harap situ ditata ulang. Bisa juga, desa kreatif dengan memanfaatkan bekas rawa yang tidak terpakai dijadikan tempat rekreasi,” terangnya.(ded/c)