Beranda Bogor Raya Pendidikan Kader Ulama di Kabupaten Bogor, Sudah Berjalan 11 Tahun, Hasilkan 456...

Pendidikan Kader Ulama di Kabupaten Bogor, Sudah Berjalan 11 Tahun, Hasilkan 456 Alumni

KOMPAK: Para peserta PKU berfoto bersama CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu.

PKU merupakan salah satu program unggulan MUI Kabupaten Bogor dengan tujuan untuk menyiap­kan generasi penerus yang berkualitas.

Ketua Pelaksana Program PKU, Saefudin menuturkan, harus ada generasi penerus dari ulama-ulama sebelumnya. ”Program ini bagian dari cara kami menemukan mutiara-mutiara terpendam dari bebe­rapa wilayah dan kecamatan di Kabupaten Bogor,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Sabtu (12/8).

Program PKU ini, sudah berjalan selama 11 tahun dan menghasilkan 456 alumni yang tersebar di berbagai daerah. “Mereka berbagai profesi seperti guru, praktisi hukum, ada pula yang ulama murni,” paparnya.

penerimaan mahasiswa-unpak-universitas-pakuan

Dengan adanya program ini, sambung dia, MUI Kabupaten Bogor ingin menyinergikan seluruh potensi ulama yang ada sehingga mengajak anak muda untuk berperan aktif. ”Kami mempertahankan kegia­tan ini untuk menciptakan ulama muda yang baik secara keilmuan­nya dan mantap dalam wawasan umumnya,” kata dia.

Di tahun ke-11 ini, panitia pelaksana PKU mengangkat moto “Mempersiapkan Ulama yang Berwawasan Global”. Saefu­din menjelaskan, di zaman milenial ini mau tidak mau ulama harus dapat menye­suaikan dirinya dalam strategi dakwahnya untuk mengajak masyarakat ibadah.

Ulama saat ini, sambung dia, tidak dapat dengan hanya melakukan cara-cara konservatif yang dahulu dilakukan, namun harus bisa menyesuaikan dengan media yang berkembang saat ini. Sehingga konten dakwah yang disampaikan tetap dengan keilmuan bermakna jelas dan teori yang baik sesuai dengan zaman tanpa mengurangi substansi yang disampaikan.

”Jadi ulama saat ini bisa menjaga tradisi yang lama namun tetap mencari inovasi-inovasi terbaru,” ungkapnya.

Inovasi tersebutlah yang merupakan strategi, jadi dakwah tetap kontennya, namun strateginya yang diubah. Misal­nya, mendokumentasikan cera­mah-ceramah dan me­ngunggahnya di Youtube, atau ulama menyampaikan dakwah­nya melalui web maupun blog yang mereka miliki. ”Sehingga, wawasan IT para kader ulama saat ini menjadi konsentrasi bagi kami untuk mengem­bangkan potensi,” ujarnya.

Jumlah peserta PKU tahun ini, 50 orang terdiri dari perwakilan kecamatan, ormas, NU, PUI, Mathla´ul Anwar, Muhammadiyah dan beberapa kader dari pondok pesantren.

”Harapan kami adalah mereka para kader ulama dapat tumbuh besar dan berkembang dengan dakwah mereka di berbagai bidang dan sektor agar membawa kebaikan dan kemaslahatan untuk bersama agama, masyarakat, dan bangsa,” paparnya.

Ia berharap, ulama bisa memiliki tolerasi yang tinggi terhadap keberagaman yang ada di negara ini. Menurutnya, program PKU ini dapat didukung pemerintah sehingga terjaga kontinuitasnya. ”Kegiatan ini merupakan program keumatan, bukan politik,¨ ucapnya.

Persiapan panitia untuk mengonsep PKU, dilakukan selama lebih dari tiga bulan. ”Rang­kaian kegiatan keseluru­han empat bulan, dan saat ini sudah berlangsung pada minggu ke-5, ada satu bulan kegiatan off campus untuk menemui tokoh-tokoh, seperti tokoh agama, politik, birokrat dan lainnya yang berpengaruh di masyarakat,” ungkapnya.

Pada minggu ini, panitia menga­dakan Studium General dengan menghadirkan beberapa narasu­mber, salah satunya CEO Radar Bogor Group, Hazairin Sitepu. Pada kesempatan tersebut, Hazairin mengangkat topik mengenai peran ulama terhadap berita-berita hoax yang berkem­bang pesat di masyarakat.(cr1/c)