Beranda Bogor Raya Barat Utara Jalan Peninggalan Belanda Rusak Berat

Jalan Peninggalan Belanda Rusak Berat

RUSAK: Jalan Raya Leuwiliang-Cikidang dalam kondisi rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan.

LEUWILIANG–Jalan Raya Leuwiliang-Cikidang mengalami kerusakan yang cukup parah. Konon, jalan tersebut sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.

“Dulu sempat diaspal tapi rusak lagi. Sekarang mau hujan atau gak, kondisi jalannya tetep licin, ditambah banyak batunya yang bergerak, tidak diam,” tutur tokoh masyarakat Desa Purasari, Ewoh (65) kepada Radar Bogor, kemarin (13/8).

“Panjang jalan ini (baca:leuwiliang-cikidang) dari Simpang Leuwiliang hingga perbatasan Bogor-Sukabumi, sepanjang 29 kilometer. Untuk lebar jalan macam-macam. Dari 4 meter hingga 5 meter. Sedangkan jalan yang rusak ada 12 kilometer. Itu masuknya dari desa saya,” ujar Kades Purasari, Anwarudin.

Upaya perbaikan sendiri, lanjutnya, sudah diajukan baik lewat musrenbang maupun melalui UPT Jalan dan Jembatan wilayah Leuwiliang pada PUPR Kabupaten Bogor.

Kepala Desa Purasari Anwarudin mengatakan, kerusakan jalan terjadi di sepanjang 12 kilometer. Dengan total jalan mencapai 29 kilometer hingga ke arah Kabupaten Sukabumi.

Ia pun berharap agar jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Pasalnya jika dalam kondisi prima, akan meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kalau rusak jalan ini jadi mati. Padahal amat potensial untuk dikembangkan menjadi jalur pariwisata,” tukasnya.(all/c)