Beranda Bogor Raya Camat Tamansari Diminta Tes Urine

Camat Tamansari Diminta Tes Urine

TAMANSARI–Aksi premanisme yang dilakukan Camat Tamansari Ahmad Sofian terus menuai kecaman. Ia bahkan disarankan mengikuti tes urine karena tindakannya memukul sekretarisnya sendiri, Ridwan, saat rapat staf, Jumat (11/8) akhir pekan lalu.

[ihc-hide-content ihc_mb_type=”block” ihc_mb_who=”unreg” ihc_mb_template=”3″ ]

Koordinator Masyarakat Pejuang Bogor (MPB), Atiek Yulis Setyowati mengatakan, tindakan dan sikap camat tersebut tidak dibenarkan karena menggunakan kekerasan. “Emosi dan apalagi sampai memukul, itu sudah kriminal,” tegasnya kepada Radar Bogor, kemarin (13/8).

Ia menilai, rapat staf yang dilakukan sekcam bersifat mendesak. Seharusnya hal itu menjadi koreksi untuk camat. Dengan demikian, tindakan pemukulan seperti itu tidak bisa dibiarkan. Kasus tersebut juga perlu ditindaklanjuti ke ranah hukum. “Bupati harus menindak tegas dan menjadi perhatian serius agar tidak terulang kepada yang lain,” ujarnya.

Atiek yang juga sebagai ketua LSM Asosiasi Masyarakat Antinarkoba (AMAN) meminta dinas terkait memeriksa kesehatan Sofian. Pasalnya, tindakan pelaku yang agresif diduga berada di bawah pengaruh narkoba. ”Coba dicek urinenya. Selesai sudah kariernya kalau terbukti benar,” pintanya.

Terpisah, kuasa hukum Ridwan, Anggi Triana Ismail mengaku akan meneruskan kasus yang dialami kliennya tersebut agar ditindaklanjuti instansi terkait. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi saat jam kerja.

Gie -sapaan karibnya- saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari Polres Bogor. Jika status Ahmad dari terlapor berubah menjadi tersangka, pihaknya akan melayangkan aduan ke Badan Kepegawaian Pendidikan & Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor atau Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

”Rencana ke depan kemungkinan besar kami akan menggugat pelaku ke Pengadilan Negeri Cibinong atas perbuatan melawan hukum, karena klien kami telah mengalami kerugian baik secara moril maupun materil,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Camat Tamansari Ahmad Sofian diduga memukul Ridwan saat memimpin rapat staf. Informasi yang dihimpun, ini bukan kali pertama Ahmad berulah. Pada 20 Mei 2017 lalu, ia nyaris adu jotos dengan kepala desa. Nah, kemarin kejadian serupa terulang.

Di tengah-tengah rapat, Ahmad tiba-tiba merangsek masuk. Adu cekcok pun tak terhindarkan hingga berujung pemukulan. Ahmad melayangkan bogem mentah ke wajah Ridwan. Para staf yang hadir berusaha melerai. Usai kejadian, Ahmad pun pergi.(don/c)

[/ihc-hide-content]