Beranda Bogor Raya Pemasangan Girder Terkendala Jalur

Pemasangan Girder Terkendala Jalur

PEMBANGUNAN: Pihak kontraktor PT Waskita Karya terus menggeber pembangunan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung.Andika/Radar Cibubur

CIBUBUR–Perkembangan terbaru pemba­ngunan Tol Cimanggis-Cibitung (Cimaci) terus menunjukkan peningkatan. Walau tidak terlihat signifikan, beberapa penunjang pembangunan sudah mulai terpasang.

Seperti pekerjaan pemasangan dan launching girder sebagai penyambung jalan di Tol Jagorawi. Pemasangan girder pekan kemarin pun berlangsung normatif. Namun, girder yang terpasang baru satu dari empat yang harus dipasang.

“Kendala-kendala sebenarnya tidak ada yang berarti, hanya faktor safety karena tidak bisa terburu-buru. Jadi satu dipasang, besoknya langsung persiapan lagi. Sisanya mungkin beberapa hari ke depan, itu pun kalau lancar semua,” beber Site Manager Proyek Tol Cimaci PT Waskita Karya, Eko Suyono kepada Radar Cibubur, kemarin (8/8).

universitas pakuan unpak

Lanjut Eko, pemasangan satu girder memerlukan waktu dua hari. Sehingga cukup memakan waktu. Girder sebagai balok yang menjadi tumpuan untuk lantai jembatan kali ini, jelasnya, jauh berbeda dibanding dari sebelum-sebelumnya.

“Dulu sudah pernah juga pasang girder, namun saat itu jalurnya lurus. Sekarang tidak, jalur berbelok jadi banyak manuver-manuver jalan yang harus kami ikuti. Itu juga membuat lama. Jalur yang hanya pas-pasan ini menjadi kendala saat ini,” terangnya.

Penempatan girder yang berbelok, kata dia, butuh pekerjaan khusus. Operasional pengerjaan sendiri dilakukan pada pukul 22.00 malam hingga pukul 5.00 pagi. PT Waskita Karya diberikan waktu hanya tujuh jam oleh PT Jasa Marga untuk mengerjakannya. “Padahal kami mau delapan jam, namun kami berusaha mempersingkat waktu,” akunya.

Selain girder, perkembangan pembangunan Tol Cimaci di titik lain juga mengalami perkembangan. Seperti ada empat alat borepile yang sudah mulai beroperasi di jalur Transyogi dan jalur alternatif Cibubur untuk memasang fondasi. “

Progres sejauh ini untuk seksi satu lahan 43 persen, sedangkan fisik 41 persen. Seksi dua lahan 15 persen dan fisik 4 persen. Sedangkan underpass Kota Wisata 60 persen. Ada pos sekuriti yang akan dibongkar, namun belum tahu kapan. Begitu juga dengan jembatan depan Mal Ciputra Cibubur,” tandasnya.(dka/c)