Beranda Bogor Raya Dewan Soroti Pekerja Asing

Dewan Soroti Pekerja Asing

CILEUNGSI–Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, menyam­bangi PT Huaxing di Kampung Rawahingkik, Desa Limus­nunggal, kemarin (8/8). Perusa­haan ini sempat diprotes warga beberapa waktu lalu. Dewan mempersoalkan 25 tenaga kerja asing (TKA) tak berizin di perusahaan itu.

Selain itu, dewan juga menyo­roti keamanan para pekerja. “Kami beri waktu perusahaan untuk mengurus izin-izin mereka. Di antaranya pekerja asing dan keamanan pekerja harus tingkatkan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi.

Dewan juga menunggu hasil penelitian petugas Badan Ling­kungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor, terkait limbah yang dihasilkan pabrik peleburan besi itu. Begitu juga Amdal-nya yang belum disempurnakan.

“Kerja BLH akan kami pantau. Kami tekankan agar pengusaha menaati aturan,” ucap politikus Partai Golkar ini. Senada, anggota Komisi III, Edwin Sumar­ga secara langsung mene­gur pengusaha berdarah Tionghoa itu.

Menurutnya, aturan hukum yang berlaku di Bogor harus dijunjung tinggi siapa pun tanpa terkecuali. “Kami tidak bedakan pengusaha pribumi dan non-pribumi. Yang kami soroti aturan main harus ditaati,” terangnya.

Menurutnya, meski anggota dewan memiliki wewenang pengawasan, para wakil rakyat juga memiliki rekomendasi tenaga kerja asing hingga menutup perusahaan. “Kami masih pertimbangkan ratusan karyawan pribumi lainnya. Makanya, kami masih beri waktu meng­urus perizinan yang kurang,” terang politikus PKB ini.

Saat dikonfirmasi, perwakilan Manajemen PT Huaxing, Achong, mengaku tengah mengurus segala perizinan yang kurang. Terkait pekerja asing, kata dia, sudah mengantongi izin. “Izinnya sudah ada, hanya posisinya tak sesuai kondisi di lapangan. Itu bukan kesalahan kami,” tuturnya kepada Radar Bogor, kemarin.
Dia keberatan bila perusa­haannya ditutup paksa atau dihentikan produksinya. Sebab, selain tenaga asing para pekerja didominasi warga pribumi.

“Ada 120 karyawan pribumi. Me­reka kami gaji sesuai UMR. Kalau sampai ditutup kami kasihan dengan para pekerja,” ucap­nya. Kata Achong, pihaknya akan memper­cepat pengurusan perizinan agar beberapa kelemahan peru­sahaan bisa disempurnakan.(azi/c )