Beranda Bogor Raya Sepuluh Proyek Gagal Lelang

Sepuluh Proyek Gagal Lelang

CIBINONG–Proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabu­paten Bogor tak lancar. Saat ini, Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Kabupaten Bogor masih menunggu paket yang belum masuk.

“Sebanyak 31 paket itu hingga 2 Agustus yang belum masuk BLPBJ. Namun, sudah masuk kembali 27 paket. Jadi sisanya ada empat,” ujar Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Yani Hassan kepada Radar Bogor, kemarin (7/8).

Ia menambahkan, untuk pagu anggaran dari 31 paket tersebut sekitar Rp15 miliar. Paket ini dikerjakan untuk pembangunan fisik jalan di bawah Rp500 juta. “Pekerjaan­nya juga tidak membutuhkan waktu yang lama. Sekitar satu hingga dua bulan,” terangnya.

Selain itu, kata dia, kekurangan personel juga menjadi kendala dalam menyelesaikan paket pekerjaan yang jumlahnya mencapai 284 paket. “Kendala banyak, paket banyak dan personel kurang. Mungkin ke depannya kami akan ajukan penambahan atau bisa juga menambah jam kerjanya. Tapi ini bertahap, tidak bisa buru-buru,” terangnya.

Mengenai kualitas SDM yang ada, Yani mengaku tidak ada yang perlu diubah, hanya harus ditambah. “Untuk sementara penyeragaman atau perubahan SDM dalam struktural belum ada. Hanya perlu ditambah saja,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala BLPBJ pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bogor, Budi Cahyadi Wiryadi mengung­kapkan, dari 19 SKPD (18+1 dari setda), 50 persen paket sudah terselesaikan.

“Lima puluh persen lebih sudah selesai. Dari rekap 629 rencana paket, 597 permo­honan, sudah selesai 443. Yang masih proses 121, gagal lelang 10 dan persiapan 23 paket lagi,” ungkapnya.

Untuk pembatasan penyelesaian paket lelang (fisik), Budi menerangkan, semua paket ya­ng dise­rahkan ter­gantung pada ke­rang­ka acu­an kerjanya (KAK), memung­kinkan atau tidak untuk diselesaikan.

“Misal sekarang Agustus, sisa empat bulan lagi hingga akhir tahun. Artinya 120 hari kerja. Katakanlah ada paket yang harus dikerjakan butuh waktu 200 hari, itu tidak bisa dan sudah dipastikan jadi Silpa, karena belum lagi dipotong untuk waktu pelelangan. Jadi semua tergantung KAK-nya,” tuturnya.(rp2/c)