Beranda Bogor Raya Ratusan Buruh Kembali Boikot Produksi

Ratusan Buruh Kembali Boikot Produksi

Azis/Radar Bogor/c
TUNTUT HAK: Ratusan karyawan PT Central Fortuna Steel kembali memboikot aktivitas produksi pabrik tempat mereka bekerja, kemarin.

GUNUNGPUTRI-Ratusan karyawan PT Central Fortuna Steel kembali memboikot aktivitas produksi pabrik tem­pat mereka bekerja, kemarin. Seperti sebelum­nya, sejak pukul 7.00 ratusan karyawan mem­banjiri area pabrik di Kampung Baru, Desa Wanaherang.

Koordinator lapangan, Sutrisno mengatakan, be­lum mendapat titik te­rang atas realisasi tuntutan para buruh. ”Beberapa kali musyawarah tidak ada solusi pasti. Camat, kapolsek, dan per­wakilan kami sudah mu­syawarah tapi belum ada kejelasan,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (3/8).

Menurutnya, perusahaan terkesan cuek dengan protes yang dilakukan karyawan. Meski buruh telah memboikot produksi hingga empat hari lamanya, perusahaan tidak juga mengendur.

”Kami tunggu sampai besok (hari ini, red). Disnaker akan masuk pabrik untuk mendengar lang­sung keputusan per­usahaan,” tuturnya. Dia menilai, tuntutan buruh wajar karena menyesuaikan undang-undang yang berlaku.

Beberapa tuntutan itu, antara lain, mendaftarkan program BPJS, membebaskan karyawan men­dirikan serikat pekerja, melengkapi fasilitas keselamatan kerja, memberikan tunjangan masa kerja, dan memberi upah sesuai UMR serta THR yang layak.

”Sudah banyak karyawan yang kecelakaan saat kerja. Mereka tak medapat jaminan apa pun dari perusahaan,” ucapnya. Seperti nasib Saefullah (39), warga Griya Bukit Jaya, Desa Tlanjungudik, ini pernah mengalami kecelakaan kerja.

Kedua kakinya terendam leburan besi panas saat bekerja. ”Tiga bulan saya tidak masuk kerja karena kaki terbakar cairan leburan besi,” akunya.

Saat dalam proses penyem­buhan, perusahaan tak mem­berikan kebijakan berupa biaya pengobatan, gaji, maupun lainnya.

”Selama saya beristirahat juga tidak mendapat gaji,” kata karyawan yang sudah bekerja selama sembilan tahun di PT Central Fortuna Steel ini. Saefullah meng­alami kecacatan permanen. Hing­ga kemarin, pihak per­usahaan belum mau buka mulut terkait tuntutan karyawan.

Wartawan Radar Bogor sudah bebe­rapa kali mencoba meng­onfirmasi pihak manajemen, tetapi belum ada respons. Terpisah, Camat Gunungputri, Djuanda mengatakan, pihak perusahaan telah berjanji akan memenuhi keinginan buruh sesuai kesepakatan.

Camat mengaku mendengar langsung dari pihak manajemen peru­sahaan. ”Saya sudah ketemu dengan pihak perusa­haan. Intinya, buruh harus sabar dan menempuh jalur musya­warah,” tukasnya.(azi/c)