Beranda Bogor Raya Satu Tahun Satu Butir Telur

Satu Tahun Satu Butir Telur

SATU-SATUNYA: Presdir TSI Cisarua Jansen Manangsang (kedua dari kiri) menjelaskan proses penetasan telur elang Jawa, kemarin.

CISARUA–Elang Jawa yang dinobatkan sebagai salah satu satwa langka di dunia, akhirnya menetaskan telur. Setelah melalui waktu dan proses panjang, hewan yang dijuluki burung Garuda ini menjadi hadiah HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Bertempat di penangkaran Bird Breeding Center Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, burung yang memiliki nama latin nisaetus bartelsi ini, hanya menetaskan satu butir telur. Presiden Direktur TSI Cisarua, Jansen Manangsang mengatakan, kelahiran anak elang Jawa ini menjadi suatu kesuksesan. Pasalnya, setelah lima kali bertelur baru kali ini berhasil menetas.

“Ini kebanggaan Indonesia disebut burung Garuda. Saat itu, mendiang Presiden Soeharto meminta elang Jawa menjadi ikon Indonesia. Setiap tahun hanya satu ekor satu telur. Pertama dan kedua telur pecah. Satu kali gagal, keempat anaknya dimakan. Dan kelima ini kami putuskan untuk memisahkan dengan induknya,” ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (31/7).

TSI sendiri memiliki dua pasang elang Jawa dari total sepuluh ekor. Menurut dokter hewan TSI Cisarua, drh. Bongot Huaso M, populasi satwa pemangsa tersebut kian menurun. Hal itu akibat ancaman pemburuan. Di kawah Gunung Pangrango terakhir kali terlihat pada 2005 silam, itu pun hanya satu ekor.

Animal Keeper pada Bird Breeding Center, Nunik Prabawaningtias menjelaskan, diperlukan ketelatenan sejak masa penetasan sampai memberi makan. Sebagai orang tua asuh, anak elang Jawa diperlakukan seperti di alam liar. “Saat memberi makan kami menggunakan jubah hitam. Kita menyuapinya dengan replika indukan.

Diperlukan suhu 32-35 derajat celsius dengan 49 hari masa pengeraman,” pungkasnya.(don/c)