Beranda Bogor Raya Ngopi Sesunguhnya di De Mahogany

Ngopi Sesunguhnya di De Mahogany

SENSASI NGOPI: Para undangan sedang menikmati kopi saat grand opening Cafe De Maho­gany di Perumahan Mahogany Residence, jalan alternatif Cibubur, kemarin. Andika/Radar Cibubur/c

CIBUBUR–Suasana kafe yang tenang, tentu sangat disukai konsumen. Dengan suasana tenang, pengunjung bisa bebas berdiskusi serta bercanda. Apalagi ada ruang terbuka yang bisa bersentuhan dengan semilir angin.

Juga ada bagian tertutup yang siapa pun bisa menikmati ornamen unik di dinding kafe. Dari pernik-pernik sepeda tua dan foto-foto tokoh seperti Soekarno, Habibie, hingga Pramoedya Ananta Toer. Seperti itulah suasana di Cafe De Maho­gany.

Kafe di pinggiran Jakarta, persisnya di Perumahan Mahogany Residence, jalan alternatif Cibubur ini seakan ingin mengembalikan filosofi ngopi yang saat ini sudah sulit ditemukan.

universitas-nusa-bangsa

Suasana ngopi yang terbuka dan seakan mengajak pengemarnya untuk berpikir bebas dari kepenatan sehari-hari. Kafe ini sudah dibuka sejak Februari lalu, namun baru Sabtu (29/7) dilakukan grand opening. Acara itu dihadiri beberapa pejabat pemerintahan Kota Depok, tokoh masyarakat, dan sejumlah politisi.

Pemilik De Mahogany, Andi Ricka Novianti mengatakan, kafe yang baru didirikannya itu memang berkonsep memorial dari makna sebenarnya. Ini diilhami dari suaminya, Asri Anas yang sangat hobi ngopi.

“Kafe-kafe di banyak tempat saya perha­tikan hanya menjadi tempat nongkrong yang cenderung sekadar untuk kelihatan eksis. Mereka tidak mempedulikan cita rasa kopi,” ujarnya kepada Radar Cibubur.

Sementara Indonesia di mata dunia, kata dia, adalah negeri yang terkenal dengan beragam rasa kopi. Nah, De Maho­gany ingin mengembalikan kafe sebagai tempat ngopi yang sesungguhnya.

De Mahogany, kata dia, juga dilengkapi sarana kolam renang. Istri senator asal Sulawesi Barat ini mengatakan, karena wilayah sekitar Cibubur masih kurang sarana olahraga renang.

Padahal, renang sangat penting untuk semua kalangan mulai dari anak-anak sampai dewasa. “Sarana ini sebagai penunjang harmonisasi keluarga. Sambil anak berenang, orang tua bisa menikmati sajian makanannya,” ujarnya.

Kata dia, mereka tidak harus menjadikan suguhan kopi sebagai menu utama. Ada minuman dan makanan lain yang menjadi pilihan dengan harga terjangkau. Dengan harga standar, mereka tetap memperhatikan kebersihan dan jaminan mutu makanan.(dka/c)