Beranda Pendidikan Guru Dilarang Gaptek

Guru Dilarang Gaptek

MAKASSAR–Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan, guru sebagai tenaga pendidik harus mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi yang berputar dengan cepat. Hal ini agar para guru dapat lebih menguasai bahan pelajaran yang akan diajarkan kepada murid-muridnya.

“Tanpa mengikuti perkembangan, nantinya murid lebih pintar dari guru. Setidaknya guru harus menguasai bahan yang diajarkan dan harus fokus,” ujar Jusuf Kalla dalam peresmian JK e-Panrita Centre di Makassar, Jumat (28/7).

Jusuf Kalla mengapresiasi bahwa saat ini kesejahteraan guru sudah lebih baik dibandingkan dengan pegawai negeri sipil lainnya. Apalagi dalam pendidikan, guru merupakan landasan yang paling fundamental sehingga kesejahteraannya perlu diperhatikan.

universitas pakuan unpak

Jusuf Kalla menambahkan, saat ini minat masyarakat untuk menjadi guru cukup tinggi karena pemerintah memberikan tunjangan yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya lulusan sekolah menengah atas yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi khusus pendidikan.Selain itu, pemerintah juga telah mengalokasikan 20 persen anggaran negara untuk sektor pendidikan.

“APBN kita sekitar Rp2100 triliun dan lebih dari Rp400 triliun untuk pendidikan, secara umum kita punya anggaran cukup baik untuk pendidikan,” kata Jusuf Kalla.

Peningkatan tunjangan guru ini diharapkan dapat diikuti dengan meningkatnya kualitas guru, sehingga dapat memberikan mutu pendidikan yang baik bagi anak didiknya. Oleh karena itu, Jusuf Kalla mengimbau agar guru memiliki inovasi dalam menyampaikan pengajaran kepada para muridnya.

Jusuf Kalla meresmikan ruang JK e-Panrita Centre di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. Ruang JK e-Panrita Centre merupakan ruang kontrol fitur-fitur pendidikan berbasis teknologi dalam aplikasi.Fitur yang disajikan diantaranya absensi online, E-Learning, video conference, E-Polling, dan data kependidikan.(net)