Beranda Traveling Senja Berkabut di Pigeon Point

Senja Berkabut di Pigeon Point

PILIHAN jatuh pada Pigeon Point Lighthouse yang kebetulan berada dalam jalur perjalanan kami menuju San Mateo di selatan San Fran­cisco, Amerika Serikat (AS). Dari kejau­han, keindahan panorama menara mercusuar seolah memanggil-manggil mengajak singgah.

Maka, ke sanalah kendaraan kami menuju. Terletak di antara kota kecil Half Moon Bay dan cagar alam Big Basin Redwoods State Park, Pigeon Point Lighthouse berdiri tidak jauh dari tepi jalan raya yang menghubungkan beberapa kota di kawasan pesisir barat Negeri Paman Sam. Pigeon Point Lighthouse menjadi tempat singgah yang tepat bagi para pelintas yang hendak berehat sejenak dan tempat wisata yang mudah dicapai para pelancong.

Kendaraan kami disambut jalan masuk dan tempat parkir yang lapang. Papan nama bertulisan Pigeon Point Lighthouse bertindak bak penyambut tamu baik hati.

universitas pakuan unpak

Sebagai salah satu tempat bersejarah di AS, Pigeon Point Lighthouse juga berusaha ramah kepada para pengunjung dengan menyediakan toko oleh-oleh dan hostel bagi yang ingin menginap.

Kami pun melangkah ke dalam bangunan di sisi kanan gerbang masuk. Di sini para pengunjung bisa mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Pigeon Point Lighthouse dari seorang petugas dalam bentuk tur singkat atau dari selebaran. Tidak diperlukan tiket masuk untuk menikmati tempat tersebut.

Pigeon Point Lighthouse terletak di Pescadero, California. Pada 1871, mercusuar itu dibangun untuk memandu kapal-kapal yang melintasi pantai Pasifik sekitar California. Berdiri tegak di atas tebing dengan ketinggian menara sekitar 35 meter, ia menjadi mercusuar tertinggi di daerah Pantai Barat Amerika Serikat. Pada 1853, sebuah kapal terjebak kabut di pantai sekitar tempat tersebut sebelum karam. Kapal itu bernama Carrier Pigeon. Kata pigeon dari kapal tersebut lantas dipakai untuk menamai mercusuar yang dibangun 18 tahun kemudian.

Sebagai pemandu pelayaran, mercusuar tidak hanya mesti bisa dilihat dari jauh, tetapi juga harus mampu dikenali berdasar letaknya.

Karena itu, setiap mercusuar wajib memiliki ciri khas. Yakni, melalui warna lampu atau jumlah kedipan cahaya per detik yang dihasilkan putaran lensanya.

Pada tahun-tahun awal pengoperasian, Pigeon Point Lighthouse menggunakan lampu berbahan bakar lemak babi. Kemudian, diganti lampu minyak. Hingga akhirnya berubah lampu listrik. Pigeon Point Lighthouse mempunyai cahaya putih yang menyala 10 detik sekali dengan jarak jangkauan lensa sejauh 44 km. Selain karang dan ombak, kabut termasuk salah satu fenomena alam yang mengancam para pelaut.(*/c14/na)