Beranda Metropolis Tantangan Lulusan Dokter Hewan Hadapi Generasi Konsumtif

Tantangan Lulusan Dokter Hewan Hadapi Generasi Konsumtif

DIWISUDA: Puluhan lulusan kedokteran hewan IPB mempunyai tantangan besar di masyarakat setelah lulus.

Dokter hewan kini menjadi salah satu profesi yang tinggi permintaannya. Terlihat dari lulusan kedokteran hewan IPB yang saat ini sudah tidak lagi ada jeda masa tunggu tiga bulan, bahkan belum diwisuda pun, lulusan dokter hewan tidak sedikit yang sudah bekerja. Meski begitu, tantangan terbesar ada di masyarakat yang kian konsumtif akan daging.

Ketika orang berpikir tentang dokter hewan, biasanya yang terlintas adalah tentang dokter yang mengobati hewan. Akan tetapi, sesungguhnya dokter hewan jauh lebih banyak perannya dari sekadar pengobatan hewan.

Pasalnya, kedokteran hewan turut berperan dalam upaya perbaikan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

universitas ibn khaldun bogor uika

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof Yonny Koesmaryono mengatakan, tantangan yang harus siap dihadapi oleh para dokter hewan, terutama pada bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk akan berdampak pada peningkatan jumlah konsumsi, termasuk konsumsi protein dari hewan.

“Saat ini dunia sedang mengala­mi peningkatan ancaman penyakit menular baru atau dikenal dengan emerging infectious diseases (EID). Dimana 70 persen bersifat zoonosis atau menular dari hewan ke manusia,” terang Prof Yonny.

Dikatakannya, wabah dari EID menimbulkan dampak multiaspek serta banyak korban jiwa akibat ketidaksiapan sistem untuk bersinergi. Untuk itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO memperkenalkan konsep One Health, yang kemudian akan diadopsi bersama di Indonesia melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

“Para dokter hewan harus mampu menunjukkan perannya dalam penyediaan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH). Serta mampu mengantisipasi berbagai penyakit hewan yang mungkin dapat menurunkan produksi maupun reproduksi ternak, dan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis),” bebernya.

Kemudian, sambung Prof Yonny, para dokter hewan juga harus mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan klinik, pencegahan penyakit serta penyediaan obat-obatan medis. “Peran dokter hewan yang juga penting adalah melakukan berbagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, terutama pengawa­san terhadap produk hewan yang akan dipasarkan,” tegasnya.

Saat ini, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB tercatat telah meluluskan Program Profesi Dokter Hewan sebanyak 6.130 orang.(*)