Beranda Ekonomi Pembiayaan Syariah Tumbuh 6 Persen

Pembiayaan Syariah Tumbuh 6 Persen

LAYANAN: Pegawai Bank Permata saat melayani nasabah. Sementara itu pada kuartal kedua tahun ini, Bank Permata mencatatkan laba Rp621 miliar, sedangkan khusus pembiayaan syariah tumbuh 6 persen.

JAKARTA–Bank Permata (BNLI) mencatatkan laba bersih pada paruh pertama tahun ini Rp621 miliar. Entitas usaha Astra International (ASII) sukses membalik keadaan periode sama tahun lalu setelah tekor Rp836 miliar. Performa positif itu didorong perbaikan kualitas aset dan penjualan sebagian aset bermasalah.

Direktur Utama Permata Bank, Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan, khusus pembiayaan syariah, tumbuh 6 persen (yoy) menjadi Rp11,24 triliun. Di sisi lain, pertumbuhan kredit tercatat negatif 23 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp92,69 triliun. Sedang, pertumbuhan pendapatan berbasis biaya (fee-based income) mampu mengimbangi koreksi pendapatan bunga bersih. ”Itu karena total pendapatan tumbuh 1 persen,” ujarnya belum lama ini.

Ridha menjelaskan, pada kuartal kedua tahun ini fokus meningkatkan pengelolaan risiko seraya mendorong pertumbuhan kredit secara selektif. Selain itu, juga berupaya mengelola risiko kredit bermasalah (non performing loan/NPL). NPL gross tercatat 4,7 persen dan NPL net terakumulasi 1,8 persen. Angka itu turun signifikan dibanding akhir tahun lalu tercatat masing-masing 8,8 persen dan 2,2 persen.

universitas nusa bangsa unb

Rasio cakupan (coverage ratio) NPL juga tercatat meningkat dari 122 persen pada akhir tahun lalu menjadi 166 persen medio tahun ini. ”Itu berkat strategi proaktif mengelola kualitas aset melalui penjualan aset, restrukturisasi dan rehabilitasi,” ujarnya.

Sekadar diketahui, perusahaan juga telah menambah permodalan melalui penerbitan saham baru (rights issue) senilai Rp3 triliun. Penambahan modal dilakukan dua pemegang saham utama, Astra International (ASII) dan Standard Chartered Bank (Standard Chartered), serta publik mengambil hak secara penuh.

Penyelesaian right issue itu telah sukses memperkuat struktur permodalan. Per akhir Juni, modal inti (Common Equity Tier/CET 1) meningkat menjadi 15,4 persen dan total Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi 18,9 persen. Angka itu naik dibanding posisi akhir tahun lalu masing-masing 11,8 persen dan 15,6 persen.(far)