Beranda Metropolis Penanganan Banjir SMAN 2 Lambat

Penanganan Banjir SMAN 2 Lambat

JEBOL: Tembok pembatas antara SMAN 2 Bogor dengan kebun warga kembali rusak setelah dihantam banjir bandang Senin (24/7).

BOGOR–Kejadian banjir bandang di SMAN 2 Bogor, Kelurahan Sukaresmi, Senin (24/7), seharusnya tidak terulang lagi. Sudah cukup dua nyawa melayang pada Februari lalu akibat terbawa arus bandang. Proses normalisasi saluran yang diharapkan bisa mencegah banjir juga tak kunjung terealisasi.

Sejauh ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bogor baru sebatas membangun tanggul pembatas sungai, dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 36 meter, di daerah hulu untuk menghalau air ke SMAN 2 Bogor.

Nah, sebagai pemegang tongkat komando dalam pencegahan dan penanganan bencana, Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terus mendorong Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera menyele­saikan perkara saluran air di Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanahsareal. “Saya dorong PUPR agar buat kajian tertulis. Biar jadi bahan laporan ke pemkot. Ini harus menyeluruh, dari hulu termasuk normalisasi saluran,” ujarnya kepada Radar Bogor.

universitas pakuan unpak bogor

Ia mengaku telah berkoor­dinasi dengan Dinas PUPR Kota Bogor untuk melakukan tanggap darurat sementara. Tapi, untuk penanganan jangka panjang, menurutnya memerlukan waktu. Sebab, biaya perbaikan secara permanen terlebih dahulu perlu dianggarkan oleh Dinas PUPR Kota Bogor. “Intinya, yang dilakukan kemarin kan sifatnya tanggap darurat sementara. Kalau permanen, itu harus teranggarkan di Dinas PUPR,” ujarnya.

Maka, wajar jika tembok pembatas antara lapangan belakang SMAN 2 Bogor dengan lahan kebun di sampingnya berkali-kali ambruk lagi. Sebab, menurutnya, pembangunan tembok tersebut hanya salah satu upaya penanggulangan banjir sementara. “Jadi, kalau tembok pembatas yang ambruk tersebut, semisal ditembok lagi tanpa dinormalisasi di hulunya, ya akan capek, begini terus,” kata Ganjar.

Kasi Sumber Daya Air pada Dinas PUPR Kota Bogor, Ferry Firmansyah mengatakan, memang belum ada solusi efektif dalam menangkal banjir yang kerap terjadi di Kelurahan Sukaresmi ketika hujan deras. Kini, pihaknya sedang membangun tanggul pembatas sungai dengan tinggi sekitar 1,5 meter sepanjang 36 meter. “Kita fokus membenahi di hulu. Sedang dalam proses pembangunan sampai sekarang,” ujar Ferry.

Namun, menurutnya, jika tanggul tersebut sudah selesai dikerjakan, tidak serta-merta membuat wilayah tersebut bebas dari banjir. Pasalnya, area bangunan SMAN 2 Bogor memiliki permukaan tanah yang rendah. Sehingga dirinya merekomendasikan agar SMAN 2 Bogor segera membuat saluran air yang mumpuni.

Sebelumnya diberitakan, bandang kembali merendam SMAN 2 Bogor dan tiga rumah warga RT 03/04 Kelurahan Sukaresmi, Senin sore (24/7). Ini merupakan kejadian kedua kalinya di bulan Juli.

Padahal, ada waktu lima bulan (Februari–Juli) bagi pemkot untuk mengantisipasi agar peristiwa yang telah menewaskan ibu dan anak itu tidak terulang kembali. Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 2 Bogor, Bambang Aryan mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan kejadian ini (banjir, red) melalui Humas Pemkot Bogor agar bisa disampaikan ke Wali Kota Bogor Bima Arya. “Adanya kejadian ini membuat kami khawatir. Sebab, tembok pembatas yang diperbaiki untuk mencegah air masuk dari kebun jambu tetap saja jebol,” tandasnya.(rp1/c)