Beranda Bogor Raya Kapan Vila Liar Dieksekusi?

Kapan Vila Liar Dieksekusi?

CISARUA-Belum tuntasnya pembong­karan vila liar di kawasan Puncak, seakan menjadi masalah klasik yang tak kunjung usai. Padahal, beberapa bangunan tersebut sudah menabrak aturan karena berada di pemukiman padat penduduk, bahkan bercokol di lahan Perhutani.

Seperti yang diketahui, wacana penertiban vila liar di kawasan milik Perum Perhutani di Kecamatan Babakan­madang, Megamendung dan Cisarua tersebut masih ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho menjelaskan, pembongkaran vila liar masih menunggu waktu. Meskipun jumlahnya sudah didata dari sisa penertiban tahap pertama.

universitas ibn khaldun bogor uika

Pembongkaran vila liar ini yang kedua kali dalam lima tahun terakhir. Pada 2014 lalu, sebanyak 214 unit bangunan ilegal di Megamendung dan Cisarua dibongkar. Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp4 miliar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Untuk vila liar memang kami menunggu batas waktu yang belum ditentukan dari pusat. Karena, jumlah vila terdahulu pun masih ada pengawasan, yang tentunya dimonitoring terus oleh pihak kami,”ujarnya kepada Radar Bogor, kemarin (25/7).

Agus menambahkan, untuk lokasi eks vila liar yang sudah dibongkar akan dihijaukan. Tujuannya agar kawasan Puncak asri dan tidak ada lagi bangunan liar yang sudah merusak alam.

Tentunya ini akan terus diawasi oleh Satpol PP. “Namanya juga vila liar, tentunya tidak ada izin. Apalagi lahan yang dibangun di sana milik Perhutani. Kami sebagai penegak perda akan terus menindak hal tersebut,” pungkasnya.(nal/c)