Beranda Berita Utama 5.182 WNI Daftar Jadi Asgardian

5.182 WNI Daftar Jadi Asgardian

Negara baru telah terbentuk. Namanya, Asgardia, seperti nama kota mistis di langit yang dikuasai Dewa Odin dalam mitologi Nordik (Norse).Menariknya, letaknya bukan di Bumi, melainkan di angkasa.

Ide pembangunan negara di luar angkasa, rupanya, juga menarik minat warga Indonesia. Saat ini, angka penduduk dunia yang ingin menjadi warga Asgardia, atau disebut Asgardian terus meningkat.

Pada pertengahan bulan lalu, total Asgardian sudah mencapai 212.815, namun belum genap sebulan kemudian, angkanya sudah meningkat.

universitas pakuan unpak

Dikutip dari situs Asgardia, Selasa (25/7/2017), total Asgar­dian telah mencapai 273.490. Menariknya, dari total Asgardian itu, 5.182 di antaranya dari Indo­nesia. Menurut situs Asgar­dia, Asgardian dari Indonesia dido­minasi oleh kaum adam dengan 84 persen, sedangkan sisanya, 16 persen, adalah kaum hawa.

Gagasan negara pertama di antariksa itu mendapat sambutan cukup tinggi dari warga dunia. Buktinya lebih dari setengah juta penduduk di bumi mengaku tertarik menjadi warga negara pertama di luar bumi tersebut atau disebut Asgardian.

Pada Oktober tahun lalu, sekelom­pok orang yang tergabung dalam Proyek Asgardia meng­umumkan ambisi yang luar biasa. Mereka berambisi menciptakan sebuah negara di luar angkasa.

Kelompok yang terdiri atas berbagai pakar luar angkasa berbagai negara, seperti Kanada, Rumania, Rusia, dan Amerika Serikat mengatakan ingin menciptakan negara pertama di antariksa. Negara tersebut dinamakan Asgardia, mengikuti nama kota mitologi Nordik. Ambisi membentuk negara baru dengan nama Asgardia dicetuskan oleh Igor Ashurbeyli, pendiri Aerospace International Research Center, Rusia.

Tim Asgardia mengungkapkan, sejak gagasan Asgardia diumum­kan di Paris, Prancis oleh sekelompok miliuner Rusia dan ilmuwan pada Oktober tahun lalu, lebih dari dari setengah juta penduduk di dunia ingin menjadi warga negara dalam 20 hari pertama sejak peng­umuman Asgardia.

Tim Asgardia menuturkan, mereka telah mengetatkan sistem dengan menyaring izin permintaan menjadi warga negara dengan makin selektif. Asgardia tidak akan memberikan warga negara bagi orang yang pelit memberikan informasi data diri. Calon negara pertama di antariksa itu menolak warga negara non-manusia, misalnya robot.(ric/net)