Beranda Berita Utama Kecam Penembakan Imam Masjid Al-Aqsa

Kecam Penembakan Imam Masjid Al-Aqsa

TANGKAP: Polisi Israel menangkap warga Palestina yang menggelar aksi demo di perbatasan west Bank City, Bethlehem (19/7).

JAKARTA–Indonesia prihatin dan sekaligus mengecam memburuknya situasi di kompleks Al­Aqsa dan penembakan terhadap Sheikh ikrima Sabri, imam Masjid Al­Aqsa, di Jerusalem Timur, Rabu (19/7). Penembakan yang terjadi saat aparat keamanan israel memaksa pembubaran jamaah yang melakukan demonstrasi atas penutupan dan pembatasan akses masuk bagi umat islam ke kompleks Masjid Al­Aqsa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmantha Nasir mengatakan, indonesia juga mengecam langkah aparat keamanan israel yang membatasi akses ke kompleks Al­Aqsa yang tidak sesuai hak umat islam untuk bebas melakukan ibadah.

“Dalam kaitan ini, indonesia mendesak israel untuk tidak mengubah status quo kompleks Al Aqsa agar Masjid Al­Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat muslim,” kata pria yang akrab disapa Tata itu pada sesi press briefing di Kemlu kemarin (20/7).

universitas nusa bangsa bogor

Pemerintah Indonesia meminta israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di kompleks Al­Aqsa. indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk. “Kami juga meminta negara­negara OKI dan kawasan untuk memberi pressure kepada israel agar mengembalikan stabilitas Al­Aqsa,” kata Tata.

Tata menjelaskan, begitu mendapat kabar ada penembakan di Masjid Al­Aqsa, Menlu Retno LP Marsudi langsung menghubungi Menlu Jordania melalui telepon. Mereka membahas situasi yang terjadi di kawasan tersebut. Retno juga menitipkan pesan kepada Raja Jordania yang punya kewenangan merawat Masjid AlAqsa untuk mengambil tindakan.

Sebelumnya, pasukan keamanan israel menutup masjid tersebut setelah serangan tiga pria bersenjata menewaskan dua polisi israel pekan lalu. Selain ditutup, pasukan israel juga melarang warga muslim salat Jumat di area masjid.

Masjid itu dibuka lagi oleh Israel pada Minggu (16/7). Namun dengan aturan baru, yakni pemasangan detektor logam dan CCTV di kompleks masjid. Aturan itu ditolak warga muslim Palestina dengan cara menolak masuk ke masjid sampai situasi dipulihkan seperti semula. (and)