Beranda Bogor Raya Barat Utara Jalin Kerja Sama Luar Negeri

Jalin Kerja Sama Luar Negeri

BENTUK KARAKTER: Pembina Yayasan Ishlahul Ummah, Dadeng Wahyudi (dua dari kiri depan), saat
memberikan motivasi kepada para siswa.

LEUWILIANG –Menciptakan budaya dan iklim pendidikan yang islami, menjadi salah satu misi Yayasan Ishlahul Ummah. Yayasan yang memiliki empat lembaga pendidikan formal, yakni SDIT Ishlahul Ummah, SMPIT Ishlahul Ummah Leuwiliang, SDIT Al Ishlah Jasinga, dan SDIY Al Ummah Cigombong, ini terus berinovasi untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Bogor.

Sekolah ini bahkan sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan luar negeri. Di antaranya, College Technology Darul Naim, Klantan Malaysia, Victoria Islamic School, Australia dan Singapura.

“Kerja sama dalam bentuk software dan kurikulum,”ujar Pembina Yayasan Ishlahul Ummah, Dadeng Wahyudi, kemarin (20/7).

penerimaan mahasiswa baru universitas nusa bangsa bogor

Menurutnya, beberapa kurikulum yang diadopsi, yakni Business Day serta Country Day. Ada juga program kunjungan pendidik dari luar negeri.
“Di Singapura dan Malaysia, kedua kurikulum ini sudah menjadi kewajiban. Mereka ingin menciptakan kemandirian pada siswa. Itu juga yang ingin kita terapkan. Untuk kunjungan, pendidikan ini akan mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa,” terangnya.

Untuk Business Day, siswa akan diajak untuk berwirausaha. Nantinya, hasil
kreasi mereka akan dijual di sekolah. “Saat Business Day itu mereka akan menjual kreasinya,” lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor ini.

Bukan hanya kemandirian dan berwirausaha. Salah satu kurikulum yang ditekankan di Ishlahul Ummah adalah pendidikan agama.

Di sekolah ini, kata Dadeng, setiap siswa wajib mengikuti program tahfidz, dan mereka wajib menghafal Alquran. Bahkan, sebelum lulus, para siswa diharuskan menyerahkan hafalan mereka kepada sekolah.

Sementara itu, Kepala SMPIT Ishlahul Ummah Leuwiliang, Daryanto Suteji, menambahkan, tahun ini pihaknya menambah program baru, yakni kajian kitab kuning yang diperuntukkan bagi siswa kelas 6–9.

“Setelah ujian, siswa akan diajarkan membaca kitab kuning. Ada beberapa kitab, yaitu Safinah (fiqih), Arbain Nawaiyah, Siroh Sahabat, dan Ahlaqul Banin,” tandasnya.(*/dkw)