Beranda Bogor Raya Empat Kecamatan Rawan Antraks

Empat Kecamatan Rawan Antraks

TELITI: Penjual memberi tanda hewan yang akan dijadikan kurban.

CIBINONG–Penyakit antraks pada hewan kurban, terus diantisipasi. Dinas Perikanan dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bogor kembali menurunkan dokter hewan menjelang Hari Raya Idul Adha. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Hewan pada Distanak Kabupaten Bogor, Zakaria mengungkapkan, wilayah yang rawan hewan antraks di antaranya Cibinong, Citeureup, Babakanmadang, dan Sukaraja.

Mengantisipasinya, menjelang H-1 hingga H+3 ada bantuan dokter hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Para dokter hewan tersebut akan dibagi ke beberapa kecamatan untuk membantu petugas dinas sebelum maupun setelah dilakukan pemotongan.

Pihak kecamatan pun akan membantu petugas, karena mengetahui lokasi pemotongan ada di mana saja. “Kelurahan yang padat pemotongan nanti ditempatkan dokter hewan. Yang sedikit, mungkin berpindah-pindah lokasinya dibantu dari UPT (unit pelaksana teknis),” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (20/7). Untuk pemeriksaan hewan, sambung dia, petugas dari UPT Distanak akan mendatangi penjual hewan kurban yang ada. Selain itu, petugas juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan agar hewan tersebut mendapatkan surat keterangan sehat. “Pemeriksaan dilakukan dua minggu sebelum Lebaran.

Sebab, banyak ternak yang dari luar Bogor seperti Bandung, Tasikmalaya, dan Sukabumi supaya beradaptasi. Makanya, sudah banyak yang berjualan. Kecuali, yang memang hewannya sudah dipelihara di Bogor, penjualnya pun tenang-tenang saja,” terangnya. Lebih lanjut ia mengatakan, jika ditemukan hewan kurban yang tidak layak jual seperti sakit, maka petugas akan mengarahkan pemiliknya menyembuhkan terlebih dahulu. (rp2)