Beranda Bogor Raya Dilarang Gagap Teknologi!

Dilarang Gagap Teknologi!

MELEK TEKNOLOGI: Para peserta pelatihan TI di aula kantor Kecamatan Caringin, kemarin.

CARINGIN–Seiring pesatnya per- kembangan teknologi informasi (TI), masyarakat dituntut cerdas dan mam- pu memanfaatkannya dengan bijak. Merealisasikan hal tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Disko- minfo) Kabupaten Bogor pun meng- gandeng ratusan Kelompok Infor- masi Masyarakat (KIM) se-Kecamatan Caringin, kemarin (19/7).

Kepala Bidang Layanan Komunikasi Informatika (LKI) pada Diskominfo Kabupaten Bogor, Betty Sugiarti mengatakan, sesuai Permenkominfo RI Nomor 08/PER/M.KOMINFO/6/2010, KIM dibentuk oleh masyarakat secara mandiri dan kreatif. Tujuannya untuk meningkatkan nilai tambah. Pemberdayaan KIM akan terus dilakukan seperti bimbingan teknis (bimtek), pemanfaatan TI, pelatihan, pembinaan, dan lain sebagainya.

“Sumber daya manusia KIM dituntut untuk profesional karena berperan sebagai pendamping masyarakat, desiminator sekaligus penyalur aspi- rasi. Melalui pembinaan ini, diharap- kan anggota KIM lebih berkualitas dan profesional dalam menciptakan masyarakat cerdas memanfaatkan TI,” bebernya.

universitas-nusa-bangsa

Menurutnya, KIM menjadi wahana informasi baik antaranggota KIM juga masyarakat luas untuk saling bertukar informasi dan berbagi pengetahuan. Selain itu, keberadaan KIM juga dapat menjadi sumber informasi yang berkontribusi besar terhadap pembangunan suatu daerah. Seperti sumber informasi berbagai kebijakan Pemkab Bogor terhadap seluruh masyarakat.

“Terus tingkatkan jejaring komunikasi dan kerja sama baik sesama KIM maupun lembaga formal seperti pemerintah, DPR, swasta, LSM, media komunitas, dan kelompok lainnya untuk meningkatkan peran serta fungsi KIM di tengah masyarakat,” pintanya.

Sementara itu, Camat Caringin Rumambi mengatakan, saat ini terdapat 62 KIM yang aktif menyebarluaskan berbagai informasi positif dan wajib diketahui masyarakat luas.

“Sekarang semua sudah serba-TI. Seperti pendaftaran siswa baru berbasis online, bayar pajak, belanja, urus perizinan, dan lainnya. Tentu masyarakat harus mampu mengguna- kan dan memanfaatkan TI, kami berharap dengan adanya KIM masyara- kat tidak gagap teknologi (gaptek),” tukasnya.(don)