Beranda Female Baby Blues Syndrome pada Ibu Melahirkan Puncaknya Hari Ketiga

Baby Blues Syndrome pada Ibu Melahirkan Puncaknya Hari Ketiga

BERISIKO: Persalinan caesar paling berisiko memunculkan sindrom baby blues.

BABY blues merupakan gangguan suasana perasaan terutama pada wanita yang baru melahirkan. Puncak terjadinya baby blues adalah pada hari ketiga atau keempat pasca melahirkan. “Yang terjadi berkaitan dengan suasana perasaan yang turun, dalam artian seorang ibu merasa seperti sedih, ingin menangis, merasa seperti tidak mampu menjadi seorang ibu, tidak semangat, dan sensitif,” tutur spesialis kedokteran jiwa dan psikiatri Rumah Sakit Hermina Bogor, dr. Elvina Katerin, SpKJ.

Ada banyak faktor yang menyebabkan baby blues, faktor pertama adalah perubahan hormon. Setelah melahirkan, terjadi perubahan hormon perempuan yaitu turunnya hormon progesteron dan hormon estrogen secara drastis. Perubahan hormon tersebut dapat memengaruhi mood.

Faktor kedua adalah proses persalinan yang sulit atau menghabiskan waktu panjang yang membuat kelelahan fisik, dalam keadaan fisik yang lelah seorang ibu harus mengurus bayinya. Kemudian mengalami perubahan jam tidur dan perubahan tubuh secara fisik, sehingga memengaruhi mood.

universitas ibn khaldun bogor uika

Faktor ketiga adalah perubahan peran sosial yang baru. Pada orang tertentu mungkin ada proses adaptasi atau penyesuaian, terutama pada anak pertama. Yang memiliki risiko besar mengalami baby blues dalam proses persalinan adalah persalinan secara caesar dibandingkan normal. Sebab, pascaoperasi caesar si ibu tidak bisa melakukan aktivitas karena ada proses pemulihan pada luka operasi.

Hal tersebut yang membuat seorang ibu menjadi semakin merasa tidak mampu dan tidak berdaya. “Semakin dia tidak bisa melakukan aktivitasnya sebagai seorang ibu untuk mengurus bayi, ibu tersebut akan merasa tidak mampu yang menjadikan memperberat kondisi mood yang sudah turun,” jelas Elvina.

Dari luar, gejala yang terlihat pada seorang ibu yang mengalami baby blues adalah tampak murung, sedih, tidak semangat, dan sedih, bahkan sampai merasa tidak ingin merawat bayinya sendiri. Baby blues juga terjadi dalam jangka waktu dua minggu setelah melahirkan. Puncak sedihnya akan terjadi pada hari ketiga atau keempat.

Biasanya baby blues akan menghilang dengan sendirinya, ketika memasuki minggu ketiga akan membaik, hormon akan stabil, dan ibu sudah beradaptasi dengan kegiatan barunya seperti mengurus bayi. “Jika dalam minggu ketiga masih merasakan murung, sedih dan tidak semangat, itu sudah tidak masuk ke dalam baby blues melainkan depresi postpartum,” jelas dokter yang praktik di RS Hermina setiap Senin dan Selasa pukul 17.00- 19.00 WIB itu.

Untuk ibu yang mengalami baby blues biasanya paling sering terjadi pasca melahirkan anak pertama, karena pengalaman baru dan perubahan situasi kehidupan. Untuk anak kedua, ada kemungkinan terjadi, namun sang ibu lebih mempersiapkan diri menjelang melahirkan. Kemungkinan risiko terkena pun akan turun, karena lebih bisa mengatasi perasaan baby blues menjadi lebih baik.(cr6/c)