Beranda Metropolis Sebar 686 Mahasiswa ke 88 Desa

Sebar 686 Mahasiswa ke 88 Desa

SIAP MENGABDI DI MASYARAKAT: Sebanyak 686 mahasiswa Unpak Bogor dilepas ke 88 desa yang ada di empat kabupaten kota di Jawa Barat, kemarin (18/7). NELVI RADAR BOGOR

BOGOR–-Universitas Pakuan (Unpak) Bogor kembali mengirim mahasiswanya dalam kuliah kerja nyata (KKN), kemarin (18/7). Kali ini ada 686 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang disebar ke empat kabupaten/ kota yang ada di Jawa Barat.

Ketua Panitia KKN FKIP Pakuan 2017, Nedin Badruzzaman mengatakan, 686 mahasiswa akan ditempatkan di 88 desa dan 10 kelurahan dengan melibatkan 84 dosen pembimbing lapangan (DPL).

Adapun daerah yang akan disambangi tersebar di empat kota/kabupaten berbeda. Perinciannya, Kabupaten Bogor 350 mahasiswa, Kota Bogor 70 mahasiswa, Kabupaten Sukabumi 168 mahasiswa, dan Kabupaten Cianjur 98 peserta. KKN kali ini akan menghabiskan waktu 90 hari, sejak 18 Juli hingga 31 Agustus mendatang.

“Misinya pertama, mahasiswa harus jadi contoh bagi masyarakat. Sebab, kalau mahasiswa turun ke masyarakat, artinya masyarakat harus mengenal dunia pendidikan sehingga perilakunya menjadi baik. Kemudian mengajak dengan aktif masyarakat, dengan harapan, nantinya putra-putri ingin melanjutkan pendidikan,” jelas Nedin.

Menurut dia, masyarakat desa paling tidak harus menempuh pendidikan 12 tahun. Namun, berdasarkan hasil observasi mereka, jangankan 12 tahun, rata-rata anak-anak pedesaan hanya menyelesaikan pendidikan hingga kelas 4 SD.

“Kami juga menemukan banyak bahan baku pertanian yang belum ditingkatkan secara optimal. Nah, para mahasiswa ini diharapkan bisa melatih agar menjadi lebih bermanfaat bahan baku yang ada,” beber dia.

Sementara itu, Rektor Unpak, Bibin Rubini berpesan, di samping bisa memberikan kontribusi untuk pembangunan daerah, para mahasiswa harus bisa menimba ilmu mengenai kehidupan dan harus belajar di masyarakat, bagaimana mengaplikasikan tentang kehidupan sesungguhnya. “Di masyarakat kan ada toleransi, keberagaman, kebersamaan, silih asah asih dan asuh. Karena di Indonesia ini, kan, yang kurang itu toleransi dan tenggang rasanya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengungkapkan, KKN menjadi kegiatan yang luar biasa untuk menerapkan ilmu yang ada di dunia ’gaib’. Maksudnya, dunia gaib adalah kelas, teoritis, tidak nyata, tapi itulah teori dan ilmu.

“Nah, dari dunia gaib itu dipakai di dunia nyata, harus diterapkan ilmu itu ketika mereka KKN. Kemudian, mereka juga ketika KKN harus mempelajari sehingga mendapatkan pengalaman belajar, ilmu di masyarakat,” paparnya.(wil/c)