Beranda Metropolis Lebih Dekat dengan Komunitas Indonesia Max Club

Lebih Dekat dengan Komunitas Indonesia Max Club

KOMPAK: Anggota Komunitas Indonesia Max Club berkumpul bersama.

Para anggota klub yang dibentuk sejak tahun lalu ini, seluruhnya memang memiliki hobi sama, yaitu sebagai
pengguna motor matik jenis N-Max. Berawal dari kenal bareng di bengkel yang sama, sekitar 36
anggotanya membuat perkumpulan untuk sekadar sharing dan kongko bareng. Tapi, ada satu kewajiban
masing-masing anggota sebelum melakukan pertemuan, yakni mengasuh anaknya terlebih dahulu.

Tak hanya sekadar kongko, klub yang motor yang baru saja dikukuhkan kepengurusannya ini rutin
melakukan kegiatan. Mulai kegiatan sosial hingga touring. “Seperti belum lama ini, kami baru pulang dari
Lampung. Dari situ kelihatan siapa yang individual, siapa yang egois, dan dari situ kami satukan untuk jadi
kekompakan,” jelas Sekjen Indonesia Max Club, Eko Iriandoko.

Untuk melaksanakan berbagai aksi sosial, pihaknya menggaet PMI untuk bekerja sama melakukan donor
darah secara rutin. Kegiatan itu dilakukan oleh para anggota Indonesia Max Club setiap tiga bulan.
“Kebetulan anggota kami kan ada yang kerja di PMI. Jadi, anggota kami ini ada dari berbagai profesi dan
berbagai usia,” terangnya.

universitas ibn khaldun bogor uika

Meskipun sudah eksis sejak 2016, kepengurusannya baru diresmikannya pekan lalu. Penentuannya
dilakukan melalui musyawarah besar (mubes) dari seluruh anggotanya. Hal tersebut dilakukan agar segala
kegiatannya lebih ter-manage dengan baik. “Kemarin kami mengadakan musyawarah besar. Untuk
menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Juga memilih ketua umum dan pengurusnya,” kata
Eko.

Ke depannya, klub yang kini diketuai oleh M Nanu Ranu itu, bakal rutin mengadakan mubes dengan periode
tiga tahun sekali. Dirinya berharap, setelah ketuanya terpilih, segala kegiatan yang digagas Indonesia Max
Club dapat terencana dengan baik. “Sebelumnya sudah ada pengurus, cuma baru terpilih secara sah setelah
mubes itu. Setelah mubes ini, semoga program-program yang direncanakan dapat berjalan. Seperti donor
darah dan bakti sosial,” tandasnya.(rp1/c)