Beranda Metropolis Gunakan Tujuh Mata Air

Gunakan Tujuh Mata Air

DIBERSIHKAN: Proses pembersihan Tugu Kujang dimulai kemarin (17/7). Proses ini akan dilaksanakan selama empat hari. Adapun air yang digunakan dalam proses tersebut diambil dari tujuh sumber mata air. Kelik Radar Bogor

BOGOR–Seperti tahun-tahun sebelumnya, rentetan Hari Jadi Bogor (HJB) selalu diikuti kegiatan budaya
lainnya. Kemarin (17/7) giliran kegiatan ngumbah kujang yang rencananya bakal selesai dalam waktu empat
hari.

Koordinator pelaksana, Rendi Mulyadi mengatakan, kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 itu
merupakan rangkaian HJB ke-535 setelah helaran seni budaya. Kegiatan tersebut juga melibatkan berbagai
elemen masyarakat, mulai dari Daya Mahasiswa Sunda, Federasi dari Panjat Tebing, Kerukunan Warga
Bogor, serta Dewan Kesenian Kota Bogor. “Selanjutnya, untuk pengerjaan kita libatkan pasukan yang ada
di Kota Bogor, seperti Satpol PP, BPBD, termasuk dari Kopasus Batalyon 14,” jelasnya kepada Radar
Bogor, kemarin (17/7).

Ada yang unik dari prosesi ngumbah kujang tersebut. Selain melibatkan sekitar 100 orang, Tugu Kujang juga disiram menggunakan tujuh sumber mata air yang berasal dari Kebun Raya Bogor (KRB). “Dibersihin dengan pengecatan ulang sampai ujung. Marmernya akan kita gosok, dan dibantu damkar untuk penyemprotan air,” terangnya.

Rendi berharap kegiatan tersebut dapat merangsang kepedulian masyarakat Kota Bogor terhadap wilayah tempat tinggalnya. Terutama, untuk mewujudkan kebersihan di lingkungan sekitar Kota Bogor. “Tugu Kujang adalah ikon Bogor. Sehingga ini merupakan wujud kecintaan kita kepada Kota Bogor. Harapannya, bagaimana ke depan masyarakat Bogor bisa samasama menjaga kebersihan di Kota Bogor,”
kata Rendi.

Ketua panitia Ngumbah Kujang Cecep Thoriq menambahkan, kujang merupakan ikon Kota Bogor, jadi tentunya harus dirawat dan dipelihara. Oleh karena itu, pihaknya rutin setiap tahun melakukannya. Sebelum dilakukan pencucian, acara diawali dengan prosesi pengambilan tujuh mata air, salah satunya dari mata air Cikahuripan yang berada di Kebun Raya Bogor. Air ini, menurut Thoriq, digunakan oleh para putri untuk mandi. “Selanjutnya air itulah yang kita gunakan untuk simbol pencucian Tugu Kujang,” tuturnya.

Untuk diketahui, Tugu Kujang dibangun pada 1982 di masa kepemimpinan Wali Kota Bogor Ahmad Sobana. Sementara itu, prosesi pencuciannya (ngumbah kujang) pertama kali dilakukan pada 1990 di masa kepemimpinan Wali Kota Bogor Suratman sebagai rasa cinta warga Bogor dalam merawat dan menjaga kebersihan Tugu Kujang yang menjadi ikon Kota Bogor.(rp1/c)